Kamis, 12 Juli 2012

Shahih At-Targhib Wa At -Tarhib

Dapatkan harga disc 25 % untuk pembelian 1 set lengkap dan minimal 3 jilid
Harga disc 25% untuk pembelian 1 jilid

































Serial Tetralogi Sejarah

Harga Disc 25% 


Silsilah Hadits Shahih

Penulis : Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani
Penerbit : Pustaka Imam Syafii
Harga : Rp 120.000 / jilid
Harga disc 25% untuk 1 jilid
Jilid 1 : Akhlak; Perbuatan Baik; Hubungan Sesama Manusia; Adab Meminta Izin; Adzan; Shalat; Kurban; Makanan; Hewan Sembelihan; Minuman; Aqiqah; Iman; Tauhid; Agama; Qadar; Sumpah; Nadzar; Kafarat; Berlemah Lembut Terhadap Binatang; Jual Beli; Usaha; Zuhud


Jilid 2 : Taubat; Muamalah; Pelembut Hati; Surga; Neraka; Hukum; Nasehat; Baiat; Ketaatan; Menyayangi Binatang; 
Kedermawanan; Pernikahan; Puasa; Shalat Malam; Sirah Nabawi; Sifat Nabi; Haji; Umroh; Jihad; Perang; Adil Kepada Istri; Anak; Mendidik Anak; Memberi Nama Anak; Safar; Hudud; Pengobatan; Menjenguk Orang Sakit; Thaharah; Wudhu Khilafah; Pemerintahan; Zakat; Sedekah; Hibah; Ilmu; Sunnah; Hadits Nabi


Jilid 3 : Fitnah; Tanda Kiamat; Do'a; Dzikir; Ruqyah; Keutamaan Al Qur'an; Pakaian; Gambar; Perhiasan; Permainan; Wahyu; Jenazah; Kubur; Sakit; Keajaiban Makhluk; Pujian; Celaan;
Para Nabi; Tazkiyatun Nufus; Berbagai Masalah Terpisah


Tak ada yang meragukan keahlian Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah dalam penelitian hadits, salah satu karya besar beliau dalam bidang ilmu hadits adalah Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah yang kemudian dikenal dengan Ash-Shahiihah.

Ash-Shahiihah adalah hadits-hadits yang beliau kumpulkan dari berbagai kitab hadits yang haditsnya berderajat Hasan dan Shahih.

Dalam penyusunannya beliau membuat bab-bab yang terdiri dari satu atau lebih hadits kemudian beliau terangkan Takhrij-nya dan beliau keluarkan dari hadits tersebut hukum-hukumnya. Kitab tersebut akhirnya menjadi salah satu rujukan dalam menentukan derajat suatu hadits.

Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman (salah satu murid beliau) mengumpulkan seluruh matan hadits dari kitab tersebut dan meletakkan hadits-hadits sesuai dengan pembagian bab yang telah disusun Syaikh al-Albani rahimahullah dalam daftar isi kitabnya (Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah).

Tujuannya agar orang-orang yang tidak memiliki spesialisasi keilmuan dalam ilmu hadits dapat membaca dan menelaah kitab ini dengan mudah. Sekaligus kitab ini menjadi bekal bagi para peneliti, para khathib, da'i dan para pemberi nasihat. Karena dengan memisahkan takhrij sanad hadits yang panjang dari matannya pada kitab as-Shahiihah ini, mereka dapat mencari hadits yang mereka inginkan dengan cepat dan mudah.

Adapun metode yang digunakan Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman dalam memisahkan matan-matan hadits pada kitab ash-Shahiih dari sanadnya adalah sebagai berikut:

1. Mencantumkan nama sahabat yang meriwayatkan hadits beserta latar belakang hadits tersebut jika ada.
2. Mencantumkan matan-matan hadits berdasarkan urutan angka.
Kemudian pada akhir matan tersebut, menyebutkan nomor haditsnya dari kitab Silsilah ash-Shahiihah di dalam tanda kurung.
Dalam hal ini, tidak disebutkan satupun jalur-jalur periwayatannya maupun rujukannya dari kitab-kitab hadits.
3. Ditemukan beberapa hadits yang dicantumkan berulang-ulang dalam banyak tempat, maka beliau mencantumkan hadits-hadits yang berkaitan dengannya yang tercantum dalam lima jilid pertama kitab as-Silsilah ash-Shahihah, dan meletakkan hadits-hadits yang berkaitan dengan bab ini yang ditemukan pada jilid keenam dan jilid ketujuh di bawah nomor hadits di depan.
4. Hadits-hadits yang diulangi penyebutannya oleh Syaikh al-Albani rahimahullah pada lebih dari satu bab, maka dicantumkan saja seperti apa adanya.



Fathul Bari

Fathul Bari | Paket 1 

Harga 1 set paket 1 Rp 1100.000 Harga disc 25% Rp 825.000

Untuk perjilidnya disc 25%

Harga perjilidnya Rp 100.000

  • Jilid 1 : Kitab Wahyu & Iman  
  • Jilid 2 : Kitab Ilmu  
  • Jilid 3 : Kitab Wudhu  
  • Jilid 4 : Kitab Mandi, Haidh & Tayammum  
  • Jilid 5 : Kitab Shalat  
  • Jilid 6 : Kitab Waktu-waktu Shalat & Adzan  
  • Jilid 7 : Kitab Adzan, Shalat Berjama'ah & Imamah  
  • Jilid 8 : Kitab Adzan, Sifat Shalat  
  • Jilid 9 : Kitab Shalat - Jum'at, Khauf & 'Ied  
  • Jilid 10 : Kitab Shalat - Witir, Istisqo, Gerhana, Qashar dan Sujud Tilawah 

Fathul Bari Paket 2

Harga 1 set Paket 2 Rp 440.000 Harga disc 25% Rp  330.000
Harga per jilidnya Rp 110.000 
Untuk Pembelian perjilid disc 25%
  •       Jilid 11 : Kitab Shalat Tahajjud, Keutamaan Shalat di Masjidil Haram & Masjid Nabawi ...  
  • Jilid 12 : Kitab Jenazah  
  • Jilid 13 : Kitab Zakat  
  • Jilid 14 : Kitab Haji bag. 1


 

Rabu, 11 Juli 2012

Rahasia Sukses Menjadi Istri Shalihah



Penulis: Haulah Dawaisy
Penerbit Pustaka Darul Ilmi
Harga : Rp 20.000
Harga disc Rp 17.000

Hidup berumah tangga merupakan cita-cita setiap
insan, namun ternyata dalam menjalani hidup berumah tangga
banyak seksali rintangan yang menghadang di tengah jalan
sehingga butuh kejelian dalam menghadapinya agar tidak
terperosok semakin dalam.
Dalam buku ini disebutkan macam-macam penyebab
hancurnya bahtera rumah tangga namun disebutkan pula
bagaimana solusinya dan pengarahan di dalam menyelesaikan
problem rumah tangga dan dipaparkan pula benteng pertahanan
untuk kelanggengan bahtera rumah tangga yang disertai
kisah-kisah nyata yang menarik dan menggugah jiwa, kalau
ingin tahu silahkan baca buku ini semoga mendapatkan hikmah.

Sifat Perniagaan Nabi



Penulis: Muhammad Arifin bin Badri, MA
Harga : Rp 47.000
Harga disc  Rp 37.000
Ukuran: 15,5 x 23,5 cm
Tebal: 300 Halaman

Perniagaan adalah salah satu mata pencaharian yang terpuji dalam Islam,
bahkan menurut sebagian ulama, perniagaan merupakan salah satu mata
pencaharian yang paling utama. Pendapat ini berdasarkan sabda Nabi n
berikut:

Dari sahabat Rafi’ bin Khadij ia menuturkan: Dikatakan (kepada
Rasulullah n), “Wahai Rasulullah! Penghasilan apakah yang paling baik?”
Beliau menjawab, “Hasil pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri,
dan setiap perniagaan yang baik.” (HR. Ahmad, Ath-Thabrani, Al-Hakim,
dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Pada zaman modern ini banyak sekali tata cara perniagaan yang dilakukan
oleh manusia. Bahkan sudah tidak jelas lagi mana yang dihalalkan dan
mana yang diharamkan. Mereka banyak terjebak dalam praktek-praktek
riba, yang jelas-jelas keharamannya.

Buku ini membahas semua permasalahan perniagaan secara Islami, yang
banyak kaum muslimin menghiraukannya. Sangat cocok dijadikan sebagai
pegangan kita ditengah ramainya syubhat-syubhat jual-beli masa kini.

Buku ini semakin lengkap dengan adanya fatwa-fatwa dari Komite Tetap
Untuk Riset Ilmiyyah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia, yang menjawab
setiap permasalahan jual beli masa kini.

Maka hendaklah setiap kaum muslimin kembali kepada aturan-aturan
syariat yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Jangan sampai
makanan yang kita makan, diperoleh dari harta yang haram tanpa kita
sadari. Selamat membaca!

Terputusnya Ilmu Para Ulama


Syaikh Majdi Fathi As-Sayyid
Pustaka At-Tibyan
Harga : Rp 45.000
Harga disc  Rp 35.000

Tahukah anda bahawa di antara ulama yang paling ditakuti oleh syaitan adalah Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah? Saking penasarannya syaitan pernah mengajak Imam bin Hanbal untuk kufur kepada Allah SWT menjelang ajalnya. Lantas apa yang dilakukan oleh Imam bin Hanbal terhadap syaitan laknatullah alaihi tersebut? Kisah ini hanyalah merupakan sekelumit kisah dari puluhan kisah yang akan anda temukan dalam buku ini tentang misteri kematian para ulama terdahulu. Tidak ada yang diharapkan oleh mereka selain akhir kematian yang baik (husnul khatimah). Sebuah tujuan hidup yang banyak dilupakan oleh kaum muslimin. Kerana tanpa husnul khatimah dunia dan seisinya tidak akan bererti selama-lamanya tahukan anda mengapa demikian? Tahukah anda bagaimana orang yang telah mendapatkan husnul khatimah tersebut? Buku ini akan menjadi jawabannya.

KEHADIRAN SETAN MENJELANG AJAL

Setan yang terkutuk mendatangi anak Adam pada detik-detik terakhir kehidupannya untuk menfitnahnya dalam agamanya apabila dia termasuk kaum muslimin yang muwahhid (orang yang bertauhid kepada Allah). Oleh karena itu di antara doa yang dibaca Nabi Shalallaahu’alaihi wa sallam adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ، وَالْحَرَقِ، وَالْهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِىي، الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari mati tertimpa reruntuhan, mati terjatuh dari tempat yang tinggi, dari kepikunan, mati tenggelam, mati terbakar. Dan aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan menjelang ajal, atau mati terbunuh dalam keadaan melarikan diri dari medan pertempuran atau mati karena disengat binatang berbisa.”[1]

(Aku berlindung kepada-Mu dari mati tertimpa reruntuhan) Al-hadmu artinya bangunan runtuh dan menimpa sesuatu. Merupakan bentuk mashdar dari kata hadama al-binaa`u artinya runtuh bangunan itu. Sedangkan maksudnya adalah berlindung dari tertimpa reruntuhan.

(Mati terjatuh dari tempat yang tinggi) At-taraddi artinya jatuh dari sesuatu yang tinggi ke yang rendah, dan jatuh dari tempat yang tinggi seperti gunung, atap atau jatuh ke tempat yang rendah seperti sumur.

(Mati tenggelam dan terbakar) yaitu tenggelam dalam air dan terbakar oleh api. Sesungguhnya Nabi Shalallaahu’alaihi wa sallam meminta perlindungan dari kebinasaan dengan sebab-sebab tersebut, walaupun dengan hal tersebut dapat diperoleh pahala syahadah (mati syahid). Sebab keseluruhan sebab di atas merupakan ujian yang berat dan merisaukan, hampir-hampir manusia tidak bisa bersabar dan tegar menghadapinya.

(Dan kepikunan) Maksudnya buruknya masa tua yang digambarkan dengan kacaunya pikiran, dan usia yang paling buruk agar tidak mengetahui sesuatu yang sebelumnya telah diketahuinya.
(Dan aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan menjelang ajal) yaitu Iblis atau salah satu pembantunya.

At-takhabbuth artinya berbuat kerusakan, yaitu merusak akal dan agama, maksudnya merasukiku dan mempermainkan aku.
Ada yang berpendapat kata khabathahu asy-syaithaan wa takhabbathahu, artinya mengganggunya dan merusaknya. Makna asal kata al-khabathu adalah unta menendang sesuatu dengan ladam kakinya.

(Ketika menjelang ajal) Nabi Shalallaahu’alaihi wa sallam mengkhususkannya dengan hal tersebut karena seluruh amal terletak pada akhirnya. Rasulullah Shalallaahu’alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita supaya meminta per­lindungan (kepada Allah) dari jahatnya bujuk rayu setan yang menghampiri seorang mukmin menjelang ajal sehingga ia tergelincir dan tidak mengetahui apa-apa.

Al-Khaththabi Rahimahullah berkata, “Nabi Shalallaahu’alaihi wa sallam meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari gangguan setan menjelang ajalnya, agar setan tidak menguasai dan menyesatkannya ketika akan meninggalkan dunia ini, menghalanginya bertaubat, merintanginya untuk memperbaiki dirinya dan keluar dari kegelapan yang bersemayam dalam kalbunya. Atau membuatnya berputus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, membenci kematian, dan merasa berat meninggalkan kehidupan akhirat sehingga dia tidak rela dengan kefanaan yang telah Allah tetapkan atasnya, dan tidak rela berpindah menuju negeri akhirat. Akhirnya manusia tersebut mati dalam keadaan su`ul khatimah dan menjumpai Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam keadaan murka kepadanya.”[2]

Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa gangguan terberat yang dilakukan oleh setan terhadap anak Adam terjadi di saat-saat terakhir kematiannya. Setan berkata, “Ambillah ini! Karena jika hari ini engkau terluput darinya niscaya engkau tidak dapat memperolehnya selama-lamanya.”
Kita berlindung kepada Allah dari kejahatannya, dan kita memohon kepada-Nya melimpahkan berkah-Nya kepada kita saat itu terjadi, menutup akhir hidup kita dan hidup seluruh kaum muslimin dengan akhir yang bahagia, dan menganugerahi kita dengan hari yang sebaik-baiknya saat berjumpa dengan-Nya.

([Aku berlindung kepada-Mu dari] mati dalam keadaan melarikan diri di jalan-Mu) yaitu mati dalam keadaan murtad, atau berpaling dari mengingat-Mu dan menghadap kepada selain-Mu.
Ath-Thiibi berkata, “Maksudnya lari dari medan pertem­puran.” Dan pendapat ini diikuti oleh Ibnu Hajar al-Makki seraya berkata, “(yaitu) berpaling yang diharamkan atau yang mutlak.”
Hadits di atas termasuk dalam bentuk pengajaran terhadap umat ini. Kalau bukan untuk mengajari umat maka Rasulullah Shalallaahu’alaihi wa sallam tidak mungkin berlindung dari gangguan setan, melarikan diri dari medan pertempuran dan penyakit-penyakit kritis lainnya.

(Aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan disengat binatang berbisa). Kata ladiigh dalam hadits ini satu wazan (timbangan) dengan kata fa’iil yang bermakna maf’uul dari al-ladghu. Kata ini dipergunakan pada setiap binatang berbisa seperti kalajengking, ular dan sebagainya.[3]

[1] Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Ahmad (III/427), Abu Dawud (1552), an-Nasa`i (VIII/282, 283) dan al-Hakim (I/351- 352) dishahihkan dan ditetapkan oleh adz-Dzahabi.
[2] ‘Aunul Ma’buud (IV/287) karya Abu ath-Thiib al-‘Azhiim Aabaadi dan Syarh as-Suyuuthi ‘alaa an-Nasaa`i (VIII/283)
[3] ‘Aun al-Ma’buud (IV/287) dan Haasyiyah as-Suyuuthi (VIII/282, 283).
———————————————————————–
Dikutip dari buku : “Terputusnya Ilmu Para Ulama” Penerbit: Pustaka At-Tibyan, Solo
"TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR KE BLOG INI SILAHKAN DILIHAT DULU KATALOG DAN RESENSI BUKUNYA SEMOGA BERKENAN JAZAKUMULLAH KHOIRON KATSIRAN"