Sabtu, 25 Agustus 2012

MLM dalam Pandangan Islam


Akhir-akhir banyak masyarakat yang menanyakan hukum melakukan transaksi jual beli dengan system MLM ( Multi Level Marketing ). Tulisan di bawah ini mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaan tersebut :





Pengertian MLM

MLM adalah sistem penjualan yang memanfaatkan konsumensebagai tenaga penyalur secara langsung. Sistem penjualan ini menggunakan beberapa level ( tingkatan) di dalam pemasaran barang dagangannya.
Promotor (upline) adalah anggota yang sudah mendapatkan hak keanggotaan terlebih dahulu, sedangkan bawahan (downline) adalah anggota baru direkrut oleh promotor.
Komisi yang diberikan dalam pemasaran berjenjang dihitung berdasarkan banyaknya jasa distribusi yang otomatis terjadi jika bawahan melakukan pembelian barang. Promotor akan mendapatkan komisi tertentu sebagai bentuk balas jasa atas perekrutan bawahan.
Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumen adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi. (http://id.wikipedia.org)
Untuk menjadi keanggotaan MLM, seseorang biasanya diharuskan mengisi formulir dan membayar uang dalam jumlah tertentu dan kadang diharuskan membeli produk tertentu dari perusahaan MLM tersebut, ada juga yang tidak mensyaratkan pembelian. Pembayaran dan pembelian produk tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan point. Point bisa didapatkan melalui pembelian atau dari jumlah anggota yang berhasilk direkrut.
Transaksi jual beli dengan menggunakan dengan sistem MLM hukumnya haram. Alasan-alasannya adalah sebagai berikut :

Alasan Pertama :
Di dalam transaksi dengan metode MLM,seorang anggota mempunyai dua kedudukan  :
Kedudukan Pertama :  sebagai pembeli produk, karena dia membeli produk secara langsung dari perusahaan atau distributor.  Pada setiap pembelian, biasanyadia akan mendapatkan bonus berupa potongan harga.
Kedudukan Kedua :  sebagai makelar, karena selain membeli produk tersebut, dia harus berusaha merekrut anggota baru. Setiap perekrutan dia mendapatkan bonus juga.
Pertanyaannya adalah bagaimana hukum melakukan satu akad dengan menghasilkan dua akad sekaligus, yaitu sebagai pembeli dan makelar ?
Dalam Islam hal itu dilarang, ini berdasarkan hadist-hadist di bawah ini :
1.    Hadits Abu Hurairah, ra bahwasanya ia berkata :
<h2>نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعَتَيْنِ فِي بَيْعَةٍ</h2>
“Nabi Saw, telah melarang dua pembelian dalam satu pembelian.”
( HR Tirmidzi, Nasai dan Ahmad. Berkata Imam Tirmidzi).
Imam Syafi’I berkata tentang hadist ini, sebagaimana dinukil Imam Tirmidzi :Yaitu jika seseorang mengatakan: “Aku menjual rumahku kepadamu dengan harga sekian dengan syarat kamu harus menjual budakmu kepadaku dengan harga sekian. Jika budakmu sudah menjadi milikku berarti rumahku juga menjadi milikmu. “ ( Sunan Tirmidzi, Beirut, Dar al Kutub al Ilmiyah, Juz : 3, hlm. 533 )
Kesimpulannya bahwa melakukan dua macam akad dalam satu transaksi yang mengikat satu dengan yang lainnya adalah haram berdasarkan hadist di atas.
2.    Hadist Abdullah bin Amr, bahwasanya Rasulullah saw bersabda :
<h2>لَا يَحِلُّ سَلَفٌ وَبَيْعٌ وَلَا شَرْطَانِ فِي بَيْعٍ وَلَا رِبْحُ مَا لَمْ تَضْمَنْ وَلَا بَيْعُ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ</h2>
“Tidak halal menjual sesuatu dengan syarat memberikan hutangan, dua syarat dalam satu transaksi, keuntungan menjual sesuatu yang belum engkau jamin, serta menjual sesuatu yang bukan milikmu.” ( HR Abu Daud )
Alasan diharamkannya transaksi seperti ini adalah tidak jelasnya harga barang dan menggantungkan suatu transaksi kepada syarat yang belum tentu terjadi.( al Mubarkufuri, Tuhfadh al Ahwadzi,  Beirut, Dar al Kutub al Ilmiyah, Juz : 4, hlm. 358, asy Syaukani, Nailul Author, Riyadh, Dar an Nafais, juz : 5, hlm: 173 )

Alasan Kedua :
Di dalam MLM terdapat makelar berantai.  Sebenarnya makelar (samsarah) dibolehkan di dalam Islam, yaitu transaksi dimana pihak pertama mendapatkan imbalan atas usahanya memasarkan produk dan usaha mempertemukannya dengan pembeli.
Adapun makelar di dalam MLM bukanlah memasarkan produk, tetapi memasarkan komisi. Maka, kita dapatkan setiap anggota MLM memasarkan produk kepada orang yang akan memasarkan dan seterusnya, sehingga terjadilah pemasaran berantai. Dan ini tidak dibolehkan karena akadnya mengandung gharar dan spekulatif.

Alasan Ketiga :
Di dalam MLM terdapat unsur perjudian, karena seseorang ketika membeli salah satu produk yang ditawarkan, sebenarnya niatnya  bukan karena ingin memanfaatkan atau memakai produk tersebut, tetapi dia membelinya sekedar  sebagai sarana untuk mendapatkan point yang nilainya jauh lebih besar dari harga barang tersebut. Sedangkan nilai yang diharapkan tersebut belum tentu ia dapatkan.

Alasan Keempat :
Didalam MLM banyak terdapat unsur gharar  (spekulatif)atau sesuatu yang tidak ada kejelasan yang diharamkan Syariat, karena anggota yang sudah membeli produk tadi, mengharap keuntungan yang lebih banyak, tetapi dia sendiri tidak mengetahui apakah berhasil mendapatkan keuntungan tersebut atau malah merugi.
Dan Nabi Muhammad saw sendiri melarang setiap transaksi yang mengandung gharar, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bahwasanya ia berkata :
<h2>نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْحَصَاةِ وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ</h2>
“ Rasulullah saw melarang jual beli dengan cara al-hashah (yaitu: jual beli dengan melempar kerikil) dan cara lain yang mengandung unsur gharar (spekulatif). “ ( HR Muslim,no: 2783  )

Alasan Kelima :
Sistem MLM bertentangan dengan kaidahAl Ghunmu bi al Ghurmi, yang artinya bahwa keuntungan itu sesuai dengan tenaga yang dikeluarkan atau resiko yang dihadapinya. Di dalam MLM ada pihak-pihak yang paling dirugikan yaitu mereka yang berada di level-level paling bawah, karena merekalah yang sebenarnya bekerja keras untuk merekrut anggota baru, tetapi keuntungannya yang menikmati adalah orang-orang level atas.

Alasan Keenam :
Sebagian ulama mengatakan bahwa transaksi dengan sistem MLM mengandung riba riba fadhl,karena anggotanya membayar sejumlah kecil dari hartanya untuk mendapatkan jumlah yang lebih besar darinya, seakan-akan ia menukar uang dengan uang dengan jumlah yang berbeda. Inilah yang disebut dengan riba fadhl (selisih kuantitas). Begitu juga termasuk dalam katagori riba nasi’ah, karena anggotanya mendapatkan uang penggantinya tidak secara cash.
Produk yang dijual oleh perusahaan kepada konsumen tiada lain hanya sebagai sarana untuk barter uang tersebut dan bukan menjadi tujuan anggota,  sehingga keberadaannya tidak berpengaruh dalam hukum transaksi ini.
Keharaman jual beli dengan sistem MLM ini, sebenarnya sudah difatwakan oleh sejumlah ulama di Timur Tengah, diantaranya adalah Fatwa Majma’ Al-Fiqh Al-Islamy Sudan yang dikeluarkan pada tanggal 17 Rabi’ul Akhir 1424 H, kemudian dikuatkan dengan Fatwa Lajnah Daimah Arab Saudi pada tanggal 14/3/1425 dengan nomor (22935). Wallahu A’lam. (Jakarta, 16 Syawal 1431)

Posted in Dr. Ahmad Zain,

Minggu, 12 Agustus 2012

Sesungguhnya Dia Maha Pengampun

Penulis : Dr Sayyid Husain al-Alfani
Penerbit : Darul Haq
Harga : Rp.85.000,-
Harga disc Rp 65.000,-
Deskripsi : xxxii + 480 hal. (HC)

Manusia diciptakan Allah dengan berbagai kekurangan dan kecenderungan melakukan salah dan dosa. Tak satu pun manusia yang terbebas dari dosa dan kekeliruan. Jika mereka rajin mengetuk pintu ampunan yang selalu terbuka lebar di hadapan mereka, maka mereka adalah makhluk terbaik yang Allah ciptakan. Tangisan penyesalan dari seorang yang berbuat dosa lebih disukai Allah daripada suara orang yang bertasbih. Dan diampuninya satu dosa lebih baik daripada dunia dan seisinya. Iblis bersuka cita dengan turunnya Adam dari surga karena maksiat yang dia lakukan, tetapi iblis tidak menyadari, bahwa penyelam yang terjun ke dasar lautan akan naik kembali dengan membawa mutiara yang sangat berharga. Begitulah ibarat ampunan Allah. Perhatikanlah Nabi Adam dan Hawa, ketika mereka melakukan dosa, mereka bermunajat, Wahai Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. ( Al-A'raf : 23). Buku ini berisi kajian lengkap tentang sebab-sebab, amal perbuatan, dan segala hal yang dapat dilakukan seorang Muslim untuk meraih ampunan. Disusun dengan sajian mudah dan dikukuhkan dengan dalil-dalil yang tsabit, serta takhrij yang metodologik berdasarkan disiplin ilmu hadits. Buku ini diawali dengan risalah ampunan, dan salah satu kelebihannya adalah disertai dengan pembahasan tentang hadits-hadits dha'if mengenai ampunan yang sering kita dengar dari berbagai pihak. Inilah panduan lengkap bagi setiap Muslim yang ingin menemukan jejak langkah yang haq untuk bisa berteduh di bawah rindangnya maghfirah. Meraih ampunan adalah salah satu cita-cita paling tinggi bagi seorang Muslim.

Agar Suami Disayang Istri & Agar Istri Disayang Suami

PENULIS : Muhammad bin Ibrahim Al Hamd
ISBN : 979-98860-2-3
UKURAN : 12 x 17.5 Cm.
(228 hlm.)
HARGA : Rp. 19.000
Harga Disc Rp 16.000
Inilah risalah hati seorang istri. Mendamba secawan kasih dan pengertian dari sang suami. Sebagai mitra suami dalam mengayuh bahtera rumah tangga, istri tak sekadar meminta cinta suami dalam gugusan kata-kata. Tapi juga telinga yang mau mendengar keluhnya, mata yang mencipta keteduhan di hatinya, jemari yang mengeratkan temali kasih dalam jiwanya.
Tak ada insan yang sempurna. Begitu pula suami. Kesalahan itu ada untuk diperbaiki. Tapi butuh segenggam kebesaran hati untuk mengakuinya, dan kesadaran untuk memper-baikinya. Sebagai pemimpin rumah tangga, selayaknya suami selalu mengevaluasi diri, merenungkan segala kebaikan istrinya. Sehingga ketika terlihat setitik kekurangan dari istrinya, segunung kebaikannya segera terkenang dalam ingatan.
Buku ini menjelaskan 32 kekeliruan yang kadang, bahkan sering dilakukan sebagian suami. Buku ini diterbitkan, untuk mendampingi buku kami yang berjudul Agar Istri Disayang Suami, tidak dimaksudkan sebagai bahan untuk membangun pertengkaran. Tapi sebagai langkah awal untuk membangun kemitraan dalam rumah tangga. Semua itu takkan terwujud tanpa dialog yang dilakukan dengan lapang dada.



PENULIS : Muhammad bin Ibrahim al-Hamd
ISBN : 979-98860-4-x

UKURAN : 12 x 17.5 (168 hlm.)
HARGA : Rp. 17.500
Harga Disc Rp 14.000
Buat apa kuping menjadi merah, jika kritik justru membantu kita memperbaiki diri. Apalagi kritik dan saran itu berasal dari orang terdekat kita, yang kasih dan cintanya tak perlu lagi diragukan. Benarlah orang bijak yang berkata, “Jika seseorang mencintaimu, ia pasti akan mengkritikmu.”
Buku ini menjelaskan 26 kekeliruan yang biasa dilakukan istri dalam mengarungi bahtera rumah tangga, sekaligus solusinya dan melengkapi buku kami yang sebelumnya berjudul Agar Suami Disayang Istri. Bukan maksud penulis menjadikan ragam kekeliruan ini sebagai amunisi bagi suami untuk menghujat istri. Sebaliknya, buku ini mengingatkan istri tentang sejumlah celah kekurangan yang harus diperbaiki. Tujuannya, agar pernikahan yang terbina makin langgeng, jauh dari perselisihan apalagi perceraian.
Setelah berbagai kekeliruan ini diperbaiki, tak ada alasan lagi bagi suami untuk tidak menyayangi istri. Sang istri akan selalu menjadi impian hati. Segala cinta akan tercurah, segala kasih akan terberi. Memperbaiki semua kekeliruan itu adalah langkah pasti menjadi istri idaman suami.


Saat Jilbab Terasa Berat


Penulis : Isham M Syarif
Penerbit : Wacana Ilmiah Press
Harga Buku : Rp 28.000
Harga disc : Rp 23.000

Seandainya patung piramida bergeser dari tempatnya sekalipun, aku tetap tak akan berjilbab. Tidak akan pernah!” Perkataan itu diucapkan oleh seorang gadis di Arab Saudi. Dan gadis tersebut, sebagaimana yang diceritakan oleh Syaikh Isham Muhammad Syarif, adalah sesosok korban dari keluarga yang tidak peduli terhadap perintah-perintah Allah, pergaulan yang buruk, serta keadaan masyarakat yang tidak melarangnya dari perbuatan yang melanggar syar'i tersebut.


Tak perlu jauh-jauh untuk ke Arab Saudi. Di Indonesia pun, kita mendapati sekian banyak muslimah yang masih enggan mengenakan jilbab. Alasannya pun beragam. Di antara beberapa alasan yang sering dilontarkan oleh para muslimah yang masih enggan menutup rapat auratnya tersebut adalah berikut ini:

1. "Berjilbab bukanlah satu kewajiban bagi wanita. Ia bisa digantikan oleh akhlak santun dan niat yang baik. Pada dasarnya, hakikat kesucian seorang gadis dan rasa malunya tidaklah terletak pada jilbab. Lihatlah, berapa banyak wanita berjilbab tapi justru berperilaku buruk. Sebaliknya, banyak wanita yang tak berjilbab, namun memiliki akhlak yang mengundang banyak pujian...."

2. "Aku menunaikan shalat, berpuasa, memberi sedekah kepada fakir miskin, dan juga mempergauli masyarakat dengan baik. Lebih berhargakah jilbab dibanding ibadah-ibadah agung ini? Apalagi jilbab tidak lebih dari sekedar urusan penampilan belaka. Bukankah Allah tidak melihat rupa dan fisik, tapi Dia memperhatikan hati dan amalan kita?"

3. "Aku ingin menikmati masa mudaku. Dan jilbab justru menghalangiku mewujudkan hal itu dan menjauhkanku dari memakai pakaian yang ingin aku kenakan. Serta, jilbab tidak memberiku kebebasan pergi ke tempat yang aku suka untuk menikmati masa mudaku, seperti: pantai, bioskop, mall, dan tempat-tempat kongkow lainnya...."

4. "Nanti sajalah berjilbabnya, aku sekarang belum siap. Lagian, di cuaca panas begini, jilbab hanya akan membuatku kegerahan. Dan pula, jilbab membuat penampilanku tampak kampungan dan tidak gaul...."

5. "Jilbab adalah pakaian 'muslimah fundamentalis' dan termasuk adat jahiliyah yang usang. Sementara sekarang ini, pamer aurat telah menjadi sesuatu yang lumrah dan biasa, sehingga tidak menarik perhatian dan tidak lagi memancing syahwat karena telah tersebar di semua tempat. Jadi, tidak perlulah menanggapinya secara ekstrim. Bukankah agama kita ini mudah?"

6. "Sebenarnya, aku ingin berjilbab, tapi nanti sajalah kalau aku sudah menikah. Karena saat ini aku masih muda, dan aku ingin menikmati masa mudaku tanpa keterkungkungan dan ruang gerak yang terbatas. Aku ingin menjadi anak muda yang bebas dan merdeka.... "

7. "Sejatinya, aku ingin berjilbab. Akan tetapi, suamiku ternyata tak setuju. Begitu juga dengan kedua orangtuaku, mereka tak merestuiku untuk mengenakan jilbab. Alangkah tidak baiknya ketika aku harus mendurhakai suami dan orangtuakua serta membuat runyam hubungan kekeluargaan hanya dikarenakan masalah jilbab. Karenanya, aku tak jadi mengenakan jilbab demi membahagiakan dan menaati mereka...."

8. "Sekarang ini adalah era emansipasi wanita. Apabila aku berjilbab, berarti aku tidak mengakui adanya emansipasi dan modernisasi wanita. Dan pula, masyarakat seringkali mengejek gadis berjilbab dengan sebutan kolot. Dan aku tidak ingin memperoleh predikat tersebut...."

9. "Berjilbab justru menggangguku saat sedang bekerja. Dengan kondisi ekonomiku yang sulit ini, aku ingin mendapatkan pekerjaan. Dan berjilbab seringkali menghalangiku untuk mendapatkan pekerjaan yang bergaji baik...."

10.  "Bicara tentang jilbab sama dengan membicarakan 'sisi luar' ajaran Islam. Padahal masih ada ajaran yang lebih penting ketimbang jilbab. Pun agama Islam bukan hanya jilbab. Kemudian yang menjadi ukuran adalah mayoritas, sementara mayoritas gadis dan wanita di masyarakat tidak mengenakan jilbab. Apakah itu berarti mereka semua sesat?"

Hmm... bagaimana reaksi Anda ketika melihat berbagai alasan dilontarkan karena enggan mengenakan jilbab? Di posisi manakah Anda di antara sekian alasan sebagaimana yang tersebut di atas? Ataukah justru semua alasan-alasan tersebut berkumpul menjadi satu dalam diri Anda? Semoga saja tidak yah...


Syaikh Isham Muhammad Syarif, dengan sangat sistematis, kemudian menyusun sebuah kitab yang berjudul Hiwâr ma'al Mutabarrijât: Rudûdun Hâdi'ah ‘alâ Syubuhâtil Mar'atil Mutabarrijah. Dalam kitabnya tersebut, beliau membantah semua alasan-alasan yang dikeluarkan oleh para muslimah yang masih enggan untuk mengenakan jilbab. Buku ini, sangat layak dan juga cocok untuk dijadikan pegangan bagi para muslimah agar keyakinannya semakin mantab untuk mengenakan jilbab. Dan juga, menjawab keraguan bagi mereka yang masih enggan mengenakannya. Agar yang sudah mengenakan jilbab hatinya menjadi semakin mantab, dan bagi yang belum berjilbab, agar mensegerakan diri untuk berjilbab

 Keteguhanmu Bersumber dari Keyakinan yang Kokoh

Duhai para muslimah, keteguhanmu bersumber dari keyakinanmu yang kokoh akan agama ini. Jadi, tidak usahlah engkau hiraukan kritikan dan gunjingan banyak orang. Bukankah hisab Allah di hari kiamat lebih dahsyat dan mengerikan? Janganlah mengejar kerelaan dari manusia tetapi justru mendapatkan kebencian dari Rabbmu. Karena seperti telah engkau tahu, ridha-Nya adalah jaminan keselamatan dan juga kebahagiaan. Maka, perkokohlah keyakinanmu, engkau takkan lagi terasa berat ketika berjilbab.  
Duhai para muslimah, keteguhanmu bersumber dari keyakinanmu yang kokoh akan agama ini. Maka, jika nanti, suatu kali, ketika engkau telah tersadar karena memilih jalan yang salah kemudian bertekad kembali ke jalan-Nya, akan kau temui orang-orang yang berupaya menggoyah segala keyakinamu dengan tekanan “inovasi-inovasi” yang mencengkerammu seperti laba-laba mencengkeram dan melilit mangsanya yang sudah tak berdaya. Mereka mengingatkanmu pada sosok-sosok yang sukses dan terkenal dikarenakan tidak mengenakan jilbab. Jika itu tidak berhasil memperdayamu, mereka akan mengingatkanmu pada keindahan dunia ini berikut kelezatan serta perhiasaannya yang menggoda. Setelah itu, kau pun kan diperdaya dengan inovasi-inovasi lain yang lebih berbahaya dan menggila. Maka, perkokohlah keyakinanmu, engkau takkan lagi terasa berat ketika berjilbab. 
Dan aku pun menjawab, aku bukanlah wanita murahan
Bagaimanalah mungkin kupamerkan kecantikan
Setelah Rabbku menunjukkan jalan kebenaran
Bagaimana mungkin aku berjalan menuju kesesatan
Semoga Allah senantiasa menunjukkan jalan bagi para wanita muslimah untuk menjauhi penyakit tabarruj yang telah menggerogoti tubuh umat, mengancam eksistensi dan juga sendi-sendinya. Semoga, dengan ini, jilbab tak lagi terasa berat. Baik yang sudah mengenakannya, maupun yang belum.
 http://rinanirma110111.blogspot.com

Kamis, 09 Agustus 2012

Ar-Rahiq Al-Makhtum (Sirah Nabawiyah)



Penulis : Syaikh Shafiyyurahman al-Mubarakfuri
Cover : Hard Cover / Book Cover
Isi : 800 hlm
Ukuran : 17,5 x 24 cm
Berat : 2000 gr
Harga Buku : Rp 130.000
Harga : Rp.105.000,- ( Harga Diskon )
Penerbit : Ummul Qura (Aqwam)
 
Kisah Al Quran merupakan cerita terbaik, paling lengkap dan paling indah, sebagaimana firmanNya:
Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu,” (Yusuf:3)

Diakhir surat Yusuf pula, Allah berfirman:
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (Yusuf: 111)
Karena kebenaran, integritas ungkapan, dan makna-maknanya yang tajam, kisah Al Quran merupakan kisah terbaik yang pernah ada, sehingga tidak ada kisah dalam segala hal –dari buku apapun- yang menyamai kisah Al Quran. Salah satu cerita yang terbaik itu adalah kisah dan riwayat Nabi Muhammad dalam menyebarkan risalah Rabb-nya, apa saja yang beliau alami dan menimpa kaumnya. Inilah yang diistilahkan dengan Sirah Nabawiyah.
Banyak buku yang membahas tentang kehidupan Rasulullah SAW. Namun, buku Ar-Rahiq Al-Makhtum yang ditulis syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri ini telah mendapat sertifikasi internasional sebagai buku sirah Nabi terbaik. Kupasan kisahnya komplit, namun mudah dipahami dan tidak bertele-tele, karena penulis melakukan penelitiannya tidak terlalu panjang sehingga akan menimbulkan kebosanan, tetapi juga tidak terlalu pendek hingga terkesan logis. Penulis melakukan penelitian yang mendalam dan n verifikasi terhadap peristiwa-peristiwa yang terdapat perbedaan cukup signifikan dalam referensinya sehingga sulit untuk disatukan ataupun disamakan, kemudian mengambil yang lebih kuat riwayatnya.
Dalam buku ini penulis memotret kejadian demi kejadian dalam kehidupan Rasulullah SAW. –dimana beberapa buku sirah laun melewatkannya. Segala hal dan peristiwa yang ingin Anda ketahui dari kehidupan Nabi, ada didalamnya. Riwayat yang digunakan oleh penulis pun hanya berasal dari sumber yang otentik, yaitu para imam yang terpercaya dan dipercayai oleh penulis dalam hal keputusan mengenai persoalan shahih, hasan, maupun dha’if. Para ilmuan Islam telah menunjukkan teladan terbaik dalam hal verifikasi ,muatan dan sanad hadits. Mereka telah mencetuskan aturan baku dan meletakkan dasar-dasar yang kuat dalam menjelaskan mana riwayat yang benar dan yang salah. Karena Al-Bubarakfuri –penulis buku ini- termasuk pakar dibidang ini, tak salah jika buku ini menjadi buku Sirah Nabawiyah kontemporer terbaik.
Agar lebih sempurna dan bermanfaat, dan agar pembaca merasa nyaman, versi terjemah ini telah dilengkapi dengan ta’liq & tahqiq (komentar & koreksi) para pakar sirah dan hadits terkemuka, seperti Al Albani, Ath-Tharhuni, Al-Umari, dan Al-Ausyan. Dengan demikian, buku ini menjadi referensi yang ‘aman’ bagi pembaca yang sering merujuk dan menghayati kehidupan Rasulullah, suri teladan terbaik.
Buku AR-RAHIQ AL MAKHTUM ditulis oleh Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri dalam rangka mengikuti lomba yang diadakan oleh Rabithah Al-Alam Al-Islami di Pakistan yang diselenggarakan pada Tahun 1396 H. Keikutsertaan penulis dalam lomba tersebut merupakan wujud kegembiraan dan keberuntungan jika dapat berperan serta untuk memberikan karyanya, karena sirah Nabi menurutnya merupakan satu-satunya sumber yang memancarkan kehidupan dunia Islam dan kebahagian masyarakat manusia. Penulis merasa bahagia dan sangat beruntung dapat mengambil sinar dari Rasulullah, agar tidak senantiasa terbelenggu kegelapan, agar tetap bisa hidup dan mati sebagai umat beliau. Dan Rabithah Al-Alam Al-Islami memilih AR-RAHIQ AL MAKHTUM sebagai peringkat 1 King Faisal Award dari 172 naskah penelitian yang masuk dari berbagai bahasa antara lain; Arab, Urdu, Inggris, Prancis dan Hausa.
Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri lahir pada 6 Januari 1943 di Mubarakfur, India. Keluarga beliau dinasabkan kepada kaum Anshar sebagai keturunan sahabat Abu Ayyub al Anshari. Sejak kecil beliau telah mempelajari Al Quran dan ilmu agama di Darut Ta’lim Mubarakfur, Ihya’ul Ulum dan lulus dengan predikat Mumtaz (cum laude). Setelah lulus beliau melanjutkan aktivitasnya dengan dakwah dan mengajar. Beliau pun pernah menjadi pimred majalah bulanan Muhaddits yang terbit di India dalam bahasa urdu, di sela-sela kesibukannya beliau terus mendalami ilmu agama sehingga merail gelar Fadhilah di bidang sastra Arab. Aktivitas belajar dan dakwahnya terus dilakukan hingga beliau wafat di saat shalat jumat pada 10 Dzulqa’dah 1427 H/1 Desember 2006 di tempat kelahiran beliau di Mubarakpur, India.
Selain pembahasan yang komplit dan terpercaya, buku ini juga dilengkapi dengan tampilan visual dan audio dalam CD, sehingga memudahkan pembaca untuk paham dan hafal fase demi fase kehidupan sosok yang wajib kita cintai ini.CD interaktif Audiobook Prophetic Timeline yang menceritakan kehidupan Nabi saw. dari tahun ke tahun... tinggal klik, baca tulisannya, atau dengarkan suara narasinya yang renyah dan merdu. Sambil beraktivitas, tetap bisa dapat ilmu.Jadi tunggu apa lagi?! Segera pesan di plaza.eramuslim.com dan dapatkan diskon menarik. (sumber: www.eramuslim.com)

Fiqih Sunnah Wanita


Penulis Buku:
Abu Malik Kamal bin As-Sayid Salim
- Penerjemah:
M. Taqdir Arsyad
- Halaman Buku:
xxxii + 672 hlm
- Ukuran Buku:
15,5 cm X 24,5 cm
- Jenis:
Hard Cover
Harga Buku Rp 110.000
Harga disc Rp 88.000

Tidak diragukan lagi bahwa pelaksanaan ibadah kepada Allah memiliki syarat-syarat, rukun-rukun, dan kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi demi kesempurnaan ibadah tersebut. Jalan satu-satunya yang harus ditempuh adalah mempelajari langsung dari sumbernya. Oleh karena itulah, menuntut ilmu diwajibkan kepada kaum Muslimin dan Muslimat. Bahkan, Imam Ibnul Jauzi berkata, “Perempuan adalah orang yang diberi beban syariat sama dengan laki-laki. Mereka diwajibkan menuntut ilmu yang wajib mereka ketahui agar mereka merasa yakin dalam menjalankan ibadahnya.”
Para wanita (sahabiyah) di zaman Rasulullah menghadiri majelis-majelis ilmu. Mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak mungkin diajukan oleh perempuan-perempuan zaman sekarang karena malu. Sampai-sampai ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha memuji para sahabiyah ini dengan mengatakan, “Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar, rasa malu tidak pernah menghalangi mereka untuk belajar (memahami) agama.” (Shahih Muslim)
Buku ini, Fiqih Sunnah Wanita, merupakan sebuah usaha penulis yang insya Allah dipenuhi oleh keberkahan dalam meniti jalan para salafush shalih. Dalam buku ini, penulis mengumpulkan berbagai macam pengetahuan agama yang sangat penting dan harus diketahui oleh wanita Muslimah. Penulis menerapkan metode penulisan yang sangat baik dengan menyajikan istilah-istilah yang mudah dipahami, urutan-urutan yang baik dan keshahihan dalil-dalil. Beliau juga selalu mengembalikan pemahamannya kepada pendapat-pendapat ulama salaf rahimahumullah. Penulis tidak berpanjang lebar dalam pembahasan untuk menghindari kebosanan. Tidak juga terlalu ringkas sehingga melewatkan poin-poin penting. Alhasil, buku ini perlu untuk dijadikan pegangan wanita Muslimah dalam menjalankan segenap ibadah kepada Allah Ta’ala. Selamat membaca.

Hikmah Kisah-Kisah Dalam Al-Qur’an




Harga 1 set : Rp 300.000
Harga Per jilid Rp 155.000 
Harga Disc per jilid Rp 116.000
Harga 1 set: Rp 225.000 ( Diskon  )
Pengarang: Dr. Abdul Karim Zaidan
Penerbit: DARUS SUNNAH PRESS
Berat: 3 kg
 
Kisah-kisah dalam Al-Qur’an adalah sebenar-benarnya kisah dan kisah-kisah terbaik. Di dalamnya mengandung nilai sastra yang sangat tinggi, makna yang sempurna, serta sangat besar hikmah dan manfaatnya. Kisah-kisah itu hadir dengan membawa pengaruhnya yang sangat kuat untuk memperbaiki hati, amal dan akhlak. Sebagaimana ditunjukan dalam firman-Nya, “Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.” (QS.Yusuf:3)
Banyak sekali hikmah dibalik kisah-kisah di dalam Al-Qur’an tersebut, di antaranya: Penjelasan tentang kebijaksanaan dan kemahaadilan Allah, Penjelasan tentang karunia Allah terhadap orang-orang yang beriman, Hiburan bagi Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam atas penderitaan yang beliau alami karena gangguan orang-orang yang mendustakan beliau, Motivasi bagi kaum mukminin agar istiqamah di atas keimanan, Ancaman bagi orang-orang kafir atas kekafirannya, dan sebagai bukti atas kebenaran risalah yang dibawa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.
Pada jilid pertama buku ini menampilkan kisah-kisah para nabi dan rasul beserta kaumnya sejak Adam hingga Isa Alaihi Sallam. Begitu juga beberapa individu atau kelompok terhadap berbagai peristiwa yang mereka alami, seperti kisah Luqman Hakim, Ashabul Qaryah, Dzul Qarnain, Qarun, Ashabul Kahfi, pasukan gajah, Ashabul Ukhdud, dan kisah-kisah lainnya. Penulis menggunakan sistematika tematik ayat dalam menyajikan kisah-kisahnya sehingga uraiannya tersaji runtut dengan tetap terjaga keotentikannya. Selain itu, pelajaran dan hikmah yang disajikan sebagai penutup setiap kisah memudahkan pembaca dalam mengambil suri tauladan yang ada sekaligus menjadi kekuatan buku ini. “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS.Yusuf:111)
Pada jilid Kedua khusus menyajikan sejarah kehidupan Rasulullah sejak awal turunya wahyu sampai beliau wafat. Penulis menggunakan sistematika tematik ayat dalam menyajikan kisah-kisahnya sehingga uraiannya tersaji runtun dengan tetap terjaga keotentikannya. Selain itu, pelajaran dan hikmah yang disajikan sebagai penutup setiap kisah memudahkan pembaca dalam mengambil suri tauladan yang ada sekaligus menjadi kekuatan buku ini.
"TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR KE BLOG INI SILAHKAN DILIHAT DULU KATALOG DAN RESENSI BUKUNYA SEMOGA BERKENAN JAZAKUMULLAH KHOIRON KATSIRAN"