Rabu, 17 Oktober 2012

Meneladani Shalat-Shalat Sunnah Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam

Harga: Rp 40.000
Harga Diskon :Rp32.000
Pengarang:
Dr. Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul
Penerbit: PUSTAKA IMAM SYAFII
Berat: 0,4 kg
 "Amal seorang hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat (nanti) adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila shalatnya buruk, maka buruk pula seluruh amalnya.” (HR. Ath-Thabrani dalam al-Ausath).
Alangkah besar peranan shalat sehingga dapat menentukan baik dan buruk­nya amal seorang hamba di hadapan Allah Ta'ala. Yang demikian itu ikarenakan shalat merupakan media pengabdian seorang hamba yang paling utama kepada Rabbnya.
Shalat wajib yang dikerjakan oleh seorang Muslim dengan sempurna se­banyak lima kali dalam sehari tentulah menjadi andalan utama amalannya. Meski­pun demikian, shalat tathawwu’ (sunnah) tidak kalah pentingnya karena shalat tersebut menjadi pengganti dan pelengkap kekurangan yang ada pada shalat fardhunya di hari perhitungan amal nanti. Hal itu sebagaimana disebutkan oleh hadits-hadits shahih yang terdapat dalam kitab-kitab Sunan.
  • Yakinkah masing-masing kita telah mengerjakan shalat fardhu dengan sempurna?
  • Sehingga kita tidak lagi membutuhkan shalat sunnah?
Apabila kita ragu, sebaiknya berbekal diri dengan mengerjakan shalat-shalat sunnah. Untuk memudahkan anda melaksanakan shalat sunnah, maka kami menerbit­kan sebuah buku yang berjudul Meneladani Shalat-Shalat Sunnah Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam. Buku yang ada di hadapan Anda ini adalah terjemahan dari kitab Bughyatul Mutathawwi’ fii Shalaatit Tathawwu’, karya Muhammad bin ‘Umar bin Salim Bazmul.
Buku ini mengutarakan secara lengkap dan luas tentang shalat-shalat sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam, yang merupakan tambahan terhadap shalat fardhu (wajib). Pada risalah ini dapat juga diketahui rincian shalat-shalat sunnah Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam dalam sehari semalam, keutamaan, kedudukan, jenis, bacaan-bacaan, tata cara pelaksanaan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan­nya. Pada akhir buku ini disebutkan pula sejumlah shalat-shalat sunnah yang tidak diajarkan oleh Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasalam (bid’ah) agar kita dapat meng­hindarinya. Sebab, syarat ibadah itu, selain ikhlas karena Allah Ta'ala, harus berittiba’ (mencontoh) Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam dalam tata cara pelaksanaannya.
Semoga buku ini bermanfaat bagi ummat Islam dan bisa dijadikan sebagai panduan dalam mengerjakan shalat-shalat sunnah secara benar.

Selasa, 16 Oktober 2012

Kitab Tauhid jilid 2

Penulis : Tim Ahli Ilmu Tauhid
Harga :
Rp.26.000,-
Harga Diskon : Rp 21.000
Deskripsi :
xii + 196 hal. (S)

Tauhid adalah kunci dari makna hidup. Bahkan untuk bertauhid kepada Allah saja, sehingga manusia dan jin diciptakan. Karena itu, tanpa memahami hakikat tauhid dan merealisasikannya, hidup manusia -betapapun berlimpah materi dan jabatan duniawi- akan sia-sia belaka. Maka mempelajari tauhid secara berkesinambungan adalah sesuatu yang niscaya dan harus. Buku di tangan pembaca ini adalah satu seri dari buku-buku bertemakan tauhid yang kami persiapkan sebagai panduan belajar otodidak tauhid untuk umat Islam pada umumnya. Dan secara khusus, KITAB TAUHID 2 ini bisa dijadikan sebagai materi pelajaran tauhid di Madrasah Aliyah kelas dua atau yang sederajat. Sungguh, semakin intens dan tekun kita mempelajari tauhid, kita akan semakin memahami hakikat dan makana hidup yang dianugerahkan Allah kepada kita. Semoga.

Kitab Tauhid 3

 

Penulis : Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan
Harga : Rp.26.000,-
Harga Diskon : Rp 21.000
Deskripsi :
x +187 hal. (S)

Buku ini adalah buku ke-3 (terakhir) dari seri pembahasan tauhid yang kami hadirkan untuk pembaca. Buku pertama dan kedua mendapat respon luas. Bahkan puluhan pesantren dan se-kolah menjadikannya sebagai kurikulum formal. Di samping banyak pula yang menjadikannya sebagai bahan kajian tauhid secara non formal di majelis taĆ¢€™lim, pengajian dan kelompok diskusi. Kehadiran KITAB TAUHID 3 ini insya Allah segera menjadi penawar dahaga bagi pecinta ilmu. Buku ini cukup lama ditunggu pembacanya. Ia memang patut ditunggu, tidak saja karena pembahasan-pembahasan KITAB TAUHID 3 ini semenarik seri-seri sebelumnya, tetapi karena sebagai pamungkas kajian tauhid berseri, pem-bahasannya lebih tajam, luas dan menyeluruh dengan akurasi dalil yang tak terbantahkan. Dan disebut berseri atau tidak, buku ini sungguh sangat bermanfaat sebagai kajian kom-prehensif tentang tema-tema tauhid.



Meluruskan Sejarah Menguak Tabir Fitnah

Penulis: Al-Imam Ibnul Arabi
Harga :
Rp.85.000,-
Harga Diskon : Rp 65.000,-
Deskripsi :
lviii+406 hal. (HC)

 Ibnu Saba`, seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam, dengan tujuan untuk merusak Islam dari dalam, sebagaimana agama Nasrani juga pernah disusupi oleh seorang Yahudi yang pura-pura masuk Nasrani. Laki-laki terlaknat ini bergerak dalam kegelapan, menghimpun orang-orang munafik dan orang-orang dungu yang berbaur di tengah kaum Muslimin. Mereka inilah yang menyulut fitnah dan pemberontakan kepada khalifah Utsman bin Affan RA, bahkan berhasil membunuh beliau secara zhalim dan keji. Dan yang lancang membunuh beliau adalah si Yahudi itu, yang dikenal dengan kematian hitam. Dalam kekisruhan yang terjadi antara para sahabat besar: Ali bin Abi Thalib, Aisyah, az-Zubair bin al-Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah RA, si Yahudi dan kelompoknya itu pulalah yang mengobarkan peperangan di antara mereka. Begitu pula dalam benturan antara khalifah Ali dan Mu'awiyah RA, yang menewaskan banyak kaum Muslimin, orang durjana itu dan para pengikutnya, sekali lagi berada di balik peristiwa itu. Kelompok sempalan pertama dalam Islam adalah khawarij, dan salah satunya adalah golongan Syi'ah Rafidhah; keduanya tidak lepas dari andil si Yahudi tersebut. Ini adalah sebagian kecil dari fitnah yang terjadi di tengah generasi Islam terbaik itu, ditambah lagi dengan kesimpang-siuran yang disebabkan oleh penulisan sejarah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Buku ini meluruskan catatan sejarah tentang pertikaian dan fitnah yang telah terjadi, sejak Rasulullah SAW wafat hingga Masa Bani Umayyah. Selamat membaca

Sabtu, 13 Oktober 2012

SHAHIH THIBBUN NABAWI

Penulis : Aiman bin Abduh bin Abdul Fattah
Penerbit: Pustaka Imam Ahmad 

Harga : Rp.52.000,-
Harga diskon : Rp 41.000
Berat Produk : 600 gram


ADA SEORANG YAHUDI berkebangsaan Amerika, dia terkena penyakit kanker tulang. Dia sudah datang kepada orang yang paling tahu tentang kedokteran modern, tap! keadaannya tetap tidak membaik. Sebagian orang menyarankan agar mengamputasi bagian tubuhnya yang sakit dan menggunakan obat kimiawi setelah itu. Sebagian yang lainnya menyarankan untuk tidak melakukan operasi apa pun hingga penyakitnya tidak menyebar. Pada suatu hari, seorang temannya memberitahukan kepadanya tentang pengobatan Nabi SAW, maka dia mengkaji masalah itu lantas mempraktikkan bekam (hijamah), ternyata Allah SWT menyembuhkan penyakitnya secara total. Setelah itu, dia langsung menyatakan keislamannya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat Ini baru satu bukti betapa manjurnya obat yang diresepkan Nabi.
 
Ini baru satu obat, yaitu bekam. Padahal masih banyak lainnya, seperti Habbatussauda, sebagaimana sabda Nabi SAW, "Pada Habbatussauda terdapat obat dari segala penyakit kecuali kematian". Demikian pula madu, talbinah (tajin gandum) dan masih banyak lainnya. Penulis buku ini telah mengerahkan upaya yang patut dihargai. la telah memilih hadits-hadits shahih yang dikemukakannya dan menghimpun materinya dari ash-Shahihain: al-Bukhari dan Muslim. Kita berharap buku ini menjadi kunci pengobatan yang shahih berdasarkan sunnah Nabi SAW.
 
Buku ini juga mengetengahkan pengakuan orang-orang yang telah mempraktikkan pengobatan Nabi dan melihat hasilnya. Setelah itu, buku ini mengemukakan kajian teoritis dan bagaimana penerapannya secara praktis. Sebuah buku bermutu yang pantang untuk dilewatkan.


Bekam, Sunnah Nabi dan Mukjizat Medis

Penulis :
Syihab al-Badri Yasin
Penerbit :
Al-Qowam, Solo
Cetakan :
I, 2005
Tebal :
xviii + 123 halaman
Harga buku Rp 27.000
Harga disc Rp 22.000 

 Selama ini kita selalu terpaku dengan pengobatan secara medis, yang berkiblat ke kedokteran Barat. Ketika sakit, kita biasanya memeriksakan diri ke dokter, kemudian dokter memberikan resep obat untuk kita minum. Lamanya proses penyembuhan, tergantung dari jenis dan 'tingkatan' sakit yang kita derita. Namun, tidakkah kita pernah berpikir, bahwa ternyata nabi kita, Muhammad SAW telah mewariskan pengobatan terbaik untuk penyakit kita yang dikenal dengan Bekam.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda :"Sesungguhnya sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah bekam". Oleh karena itu, sebagai muslim tidak selayaknya meremehkan terapi yang merupakan sunnah Rasulullah SAW ini.

Buku berjudul asli "Al-Hijamah, Sunnah Nabawiyyah wa Mu'jizatu Thibbiyyah", karya Syihab Al-Badri ini menyajikan informasi yang cukup singkat tetapi padat, seputar hijamah/bekam. Diawali dengan uraian tentang wasiat malaikat kepada Rasulullah SAW yang memerintahkan agar umat beliau mempraktekkan bekam, hingga penjelasan tentang titik-titik bekam untuk mengobati penyakit-penyakit tertentu.

"Untuk memahami pengobatan dengan metode bekam ini, maka secara sederhana dapat dipelajari dengan pendekatan ilmu kedokteran tradisional (traditional medicine) maupun kedokteran modern, sehingga mukjizat medis seperti judul buku ini dapat lebih mudah dipahami, diterima dan dibuktikan," kata Dokter Wadda' A. Umar, dalam pengantar buku ini.

Harus kita akui, bahwa kaum muslimin saat ini jarang sekali yang mau mendalami dan mengamalkan ilmu kedokteran warisan Nabi SAW yang sangat lengkap. Di antara sebagian kedokteran warisan Nabi, atau lebih dikenal dengan Ath-Thibbun Nabawi, yang dilupakan itu adalah bekam (al-hijamah). Bahkan banyak di antara umat Islam yang sama sekali belum pernah mendengar istilah "bekam". Dan ini sangat naif sekali, karena bekam adalah sebuah kekayaan terpendam, mutiara tersembunyi dan sunnah Nabi yang memiliki mukjizat medis yang dahsyat, sebagai penyembuh dari segala penyakit, dengan izin Allah SWT.

Jumat, 12 Oktober 2012

Agar Suami Cemburu Padamu



Penerbit : Pustaka At Tibyan
Penulis : Dr. Najla' As-Sayyid Nayil
Ukuran : BESAR 24 x 15,5cm

Halaman : 188 Hal.

Harga buku : Rp 35.000

Harga Diskon Rp 28.000

Sebaris kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi seorang istri yang ingin menjadi perhiasan terindah dunia dan bidadarinya akhirat  yaitu wanita shalihah. Semoga melalui kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi seseorang yang mendambakan keluarga sakinah mawadah wa rahmah yang diridhai oleh Allah  ‘Azza wa jalla 
 Ia menceritakan pengalamannya: “Ketika aku menikahi Zainab binti Hudair aku berkata dalam hati: Aku telah menikah dengan seorang wanita Arab yang paling keras dan paling kaku tabiatnya. Aku teringat tabiat wanita-

wanita bani Tamim dan kerasnya hati mereka. Aku berkeinginan untuk menceraikannya. Kemudian aku berkata (dalam hati): “Aku pergauli dulu (yaitu menikah dan berhubungan dengannya), jika aku dapati apa yang aku suka, aku tahan ia. Dan jika tidak, aku ceraikan ia.”
Kemudian datanglah wanita-wanita bani Tamim mengantarkannya. Dan setelah ditempatkan dalam rumah, aku berkata: “Wahai fulanah, sesungguhnya menurut sunnah apabila seorang wanita masuk menemui suaminya hendaklah si suami shalat dua rakaat dan si istri juga shalat dua rakaat.”
Akupun bangkit mengerjakan shalat kemudian aku menoleh ke belakang ternyata ia ikut shalat di belakangku. Seusai shalat para budak-budak wanita pengiringnya datang dan mengambil pakaianku dan memakaikan padaku pakaian tidur yang telah dicelup dengan za’faran.
Dan tatkala rumah sudah kosong, aku mendekatinya dan aku ulurkan tanganku kepadanya. Ia berkata: “Tahan dulu (sabar dulu).”
Aku berkata dalam hati: “Satu malapetaka telah menimpa diriku.” (yakni musibah telah menimpa dirinya)
Lalu ia memuji Allah kemudian memanjatkan shalawat atas Nabi r lalu berkata: “Aku adalah seorang wanita Arab. Demi Allah, aku tidak pernah melangkah kecuali kepada perkara yang diridhai Allah. Dan engkau adalah lelaki asing, aku tidak mengenali perilakumu (yakni aku belum mengenal tabiatmu).
Beritahulah kepadaku apa saja yang engkau suka hingga aku akan melakukannya dan apa saja yang engkau benci hingga aku bisa menghindarinya.”
Aku berkata kepadanya: “Aku suka begini dan begini (Syuraih menyebutkan satu persatu perkataan, perbuatan, makanan dan segala sesuatu yang disukainya) dan aku benci begini dan begini (Syuraih menyebutkan semua perkara yang ia benci).”
Ia berkata lagi: “Beritahukan kepadaku siapa saja anggota keluargaku yang engkau suka bila ia mengunjungimu?”
Aku (Syuraih) berkata: “Aku adalah seorang qadhi, aku tidak suka mereka (anggota keluargamu) membuatku bosan.”
Maka akupun melewati malam yang paling indah, dan aku tidur tiga malam bersamanya. Kemudian aku keluar menuju majelis qadha’, dan aku tidak melewati satu hari melainkan hari itu lebih baik daripada hari sebelumnya.
Tibalah waktu kunjungan mertua.
Yaitu genap satu tahun (setelah berumah tangga).
Aku masuk ke dalam rumahku. Aku dapati seorang wanita tua sedang menyuruh dan melarang.
Aku bertanya: “Hai Zainab, siapakah wanita ini?”
Istriku menjawab: “Ia adalah ibuku.”
“Marhaban”, sahutku.
Ia (ibu mertua) berkata: “Bagaimana keadaanmu hai Abu Umayyah?”
Alhamdulillah baik-baik saja”, jawabku.
“Bagaimana keadaan istrimu?” Tanyanya.
Aku menjawab: “Istri yang paling baik dan teman yang paling cocok. Ia mendidik dengan baik dan membimbing adab dengan baik pula.”
Ia berkata: “Sesungguhnya seorang wanita tidak akan terlihat dalam kondisi yang paling buruk tabiatnya kecuali pada dua keadaan: Apabila sudah punya kedudukan di sisi suaminya dan apabila telah melahirkan anak. Apabila engkau melihat sesuatu yang tak mengenakkan padanya pukul saja. Karena, tidaklah kaum lelaki memperoleh sesuatu yang lebih buruk dalam rumahnya selain wanita warhaa’ (yaitu wanita yang tidak punya kepandaian dalam melakukan tugasnya).
Syuraih berkata: “Ibu mertuaku datang setiap tahun sekali kemudian ia pergi sesudah bertanya kepadaku tentang apa yang engkau sukai dari kunjungan keluarga istrimu ke rumahmu?”
Aku menjawab pertanyaannya: “Sekehendak mereka!” Yaitu sesuka mereka saja.
Aku hidup bersamanya selama dua puluh tahun, aku tidak pernah sekalipun mencelanya dan aku tidak pernah marah terhadapnya.”


"TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR KE BLOG INI SILAHKAN DILIHAT DULU KATALOG DAN RESENSI BUKUNYA SEMOGA BERKENAN JAZAKUMULLAH KHOIRON KATSIRAN"