Adalah ini menjadi suatu
perkara yang nyata
kemudharatannya ditengah – tengah umat muslim, ketika telah datang kehadapan mereka sosok yang termashyur karena ia seorang
publik figur yang elok
wajah dan penampilannya hingga kemudian iapun
bertingkah laku selayak sosok yang menjadi tauladan baginya.
Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya sekalian
artis itu adalah orang – orang yang
jahil lagi senantiasa bergelimang dosa, sedang mereka bersuka ria daripadanya. Apabila ia adalah seorang aktor maupun
bintang film, maka sesungguhnya..kamu dan sekalian manusia dimuka bumi adalah sekalian aktor jua yang
memerankan perannya
masing-masing, dan kelak tiap-tiap kamu akan dimintai
pertanggungjawaban atas apa-apa yang kamu kerjakan. Sedang orang-orang
yang berada
dibalik layar
itu hanyalah kebohongan belaka, mereka memerankan tentang sesuatu yang
bukan diri mereka, amat buruklah atas apa-apa yang mereka ada-adakan
yang menjual diri mereka dengan setumpuk uang yang nilainya telah
melebihi
norma lagi
aqidah mereka. Sedang yang
sedemikian ini menjadikan kamu lebih banyak mengingat mereka selain
daripada ALLAH, Tidakkah kamu memikirkan?
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :Dari Abu malik al haris al asy’ari ra. Ia berkata, bahwa Rasulullah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :
Kesucian adalah sebagian dari iman, Alhamdulillah memberatkan timbangan , subhanallah wal hamdulillah memenuhi ruangan antara
langit dan bumi,
shalat adalah nur (cahaya),
shadaqah adalah burhan (bukti nyata), sabar adalah pelita, Al Qur’an adalah Hujjah( Pedoman) bagimu dan atasmu ,
semua orang bekerja sampai ada yang menjual dirinya , sehingga ia menjadi merdeka atau malah
celaka.
(HR Muslim)
Jika yang engkau idolakan itu adalah seorang
alim ulama
yang baik akhlaknya lagi berilmu tinggi akan agamanya, niscaya itulah
yang lebih baik. Sifat lagi akhlak baik akan perkataan maupun seseorang
itu adalah mengandung
virus, seumpama dalam pergaulan jikalaulah kamu bergaul dengan orang baik niscaya baiklah kamu sedang jika engkau
bergaul dengan
orang-orang jahil niscaya jahil pulalah kamu. Demikianlah atas apa-apa yang mereka sifatkan padamu
virus-virus yang bersifat baik maupun
buruk
telah menular secara perlahan sedang engkau tiada sadar. Maka
akhi..lagi ukhti sekaliannya..tiadalah layak bagi seorang yang beriman
kepada ALLAH dan Rasul-Nya mengambil tauladan daripada orang – orang
yang
bathil itu terlebih lagi atas orang-orang yang tiada beriman kepada ALLAH (Kafir).
ALLAH Subhana wa Ta’ala berfirman :
Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi)
harta benda dan
anak-anak itu untuk
menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir. At Taubah : 55
Ingatlah..ketika
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
yang bahkan dijelang ajal beliau menyebut – nyebut lagi
memanggil-mangilmu “ummati..ummati..” (ummatku..ummatku..) demikian pula
ketika semua manusia telah dikumpulkan pada
hari berbangkit kelak, semua nabi dihadirkan kehadapan seluruh manusia untuk menjadi
saksi
atas apa-apa yang mereka sampaikan. Sekalian nabi itupun gelisah lagi
mengkhawatirkan diri mereka karena takut atas kesalahan yang mereka
sampaikan, melainkan hanya ada satu Nabi yang tiada mengkhawatirkan
dirinya dan hanya mengkhawatirkan hal yang lain, beliau menyeru dengan
seruan “ummati..ummati” (ummatku..ummatku), dan beliau adalah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.
Maka akhi..ukhti..layakkah bagimu mengambil tauladan atas orang-orang jahil itu selain daripada beliau,
beliau yang begitu mengkhawatirkanmu, memperdulikan
aqidah dan
keimananmu.
Lalu..mengapakah engkau berpaling, sekali-kali..jangalah demikian..agar
kamu tiada termasuk pada golongan orang-orang yang apabila
ALLAH dan Rasul-Nya telah menyeru mereka kepada
kemulian niscaya berkatalah mereka “kami dengar dan kami patuh”, sedang kemudian merekapun berpaling.
Ya akhi..ya ukhti..sesungguhnya idola ( artis ) yang engkau jadikan panutan atas
kehidupan
ini hanyalah seorang manusia biasa seumpama kamu, hanya saja ALLAH
Ta’ala memberikan nikmat yang sedikit lebih darimu atas mereka sebagai
ujian dari sisi-Nya. Inilah
fitrah manusia yang ALLAH Ta’ala jadikan, keindahan ini hanyalah sementara dan tiadalah yang kembali pada yang haq melainkan dengan
petunjuk ALLAH Subhana wa Ta’ala.
Firman ALLAH Ta’ala :
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia
kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:
wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis
emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah
kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Ali Imran : 10.
Wallahu A’lam Bish Showab..