Selasa, 05 Januari 2016

Mendidik Generasi Ala Shahabat

“Penulis : Shalih bin Huwaidi Alu Hasan
Penerbit  Griya Ilmu”
Harga 65.000
Harga Disc 52.000
Buku Mendidik Generasi Ala Shahabat ini berisi tentang metode pendidikan anak muslim berdasarkan tuntunan islam yang telah dipraktekkan oleh para Shahabat untuk mendidik anak mereka. Disajikan pula kisah-kisah penuh hikmah para shahabat dalam mentarbiyah anak-anak mereka. Sejak kecil, anak-anak telah diajarkan untuk mencintai Allah dan RasulNya, mencintai ilmu dan mencintai Jihad di jalanNya. Dituliskan secara ilmiah berdasarkan dalil dan riwayat yang shahih. Cocok menjadi referensi kita dalam mendidik anak sesuai Sunnah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam.
Dengan menelaah buku Mendidik Generasi Ala Shahabat ini, insyaallah kita akan mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang banyak tentang pendidikan anak secara islami. Para shahabat adalah murid langsung dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, dimana mereka mendapatkan bimbingan yang terbaik dalam menjalani hidup. Tentunya para shahabat menularkan semangat berilmu, beramal dan berjihad tersebut kepada anak-anak mereka sejak kecil. Hingga terciptalah generasi islam yang tangguh yang mampu menggetarkan dunia setelah itu. Selamat membaca.
“Penulis : Shalih bin Huwaidi Alu Hasan
Penerbit  Griya Ilmu”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menasehatkan, “Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata tentang keutamaan para Shahabat, “Sebaik-baik manusia adalah pada generasiku (shahabat), kemudian generasi berikutnya (tabi’in), kemudian generasi berikutnya lagi (tabi’ut tabi’in)“. (HR. Bukhari no. 3651 dan Muslim no. 2533).
Para shahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia-manusia terbaik di muka bumi ini setelah para Nabi dan Rasul. Bagaimana mereka sangat tulus imannya kepada Allah dan sangat besar cintanya kepada Allah dan RasulNya serta sangat tegas pembelaannya kepada syariat islam yang mulia. Maka sudah tentu, cara mereka dalam mendidik anak adalah berdasarkan Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam sebagaimana disampaikan dalam buku Mendidik Generasi Ala ShahabatAnak-anak mereka dibesarkan diatas cahaya nubuwwah yang masih terang benderang.

Biografi 35 Shahabiyah Nabi


Penulis: Mahmud Al Mishri
Penerbit: Ummul Qura
Harga : Rp 98.000 ,- –> Rp 78.000
Selalu ada wanita hebat di belakang lelaki luar biasa. Itulah sebuah kalimat yang sedikit menggambarkan sosok shahabiyah Rasulullah SAW. Mereka adalah seorang anak dari para pejuang, istri mujahid ataupun ibu dari generasi-generasi terbaik yang kelak mengharumkan nama Islam di muka bumi.
Buku ini menggambarkan 35 shahabiyah Nabi yang secara teguh dan ikhlas membantu perjuangan dakwah Rasulullah di Masa awal dan kejayaan Islam. Kita tentu pernah mendengar cerita ibunda Khadijah. Bagaimana dengan kekuatan akal dan harta yang dimiliki membantu secara total dakwah Nabi dari awal. Tatkala wahyu turun untuk pertama kali dengan sangat berat dan dahsyat kepada Rasulullah SAW, Khadijah menenangkan gejolak dalam hati, pikiran, dan raga beliau. Penuh kebahagiaan, haru, cinta, dan pengorbanan yang kesemuanya dibingkai dengan keimanan.
Di antara pengukir sejarah Islam, Aisyah (yang tersayang pemilik tujuh keutamaan), Zainab binti Khuzaimah (ibundanya orang-orang miskin), Fathimah binti Muhammad (pemimpinwanita penghuni surga), Ummu Aiman (veteran perang dan pengasuh Rasulullah), Ummu Umarah (mujahidah perang Uhud), Ummul Fadhl (ibu ulama umat dan ahli tafsir), dan lain-lain. Bagaimaan dengan banyak shahabiyah yang lain?
Bersiaplah untuk membuka lembaran emas sejarah para mukminah perkasa, cerdas, santun akhlaknya, dan berhati mulia dalam sejarah islam.

Seri Biografi Imam Madzhab


Biografi Imam Malik
Kehidupan, Sikap, dan Pendapat
Harga: Rp. 45.000
Harga Disc 38.000


Kehidupan imam yang memiliki nama asli Malik bin Anas ini lebih banyak dihabiskan di Madinah. Karena itulah kemudian ia diberi julukan Imam Darul Hijrah. Dialah ulama yang tak luput dari siksa karena keteguhan memgang prinsip kebenaran. Di Baghdad, karena memfatwakan haramnya nikah mut'ah, ia diarah keliling kota di atas seekor sapi dengan muka belepotan kotoran. Pun, ia pernah dicambuk sampai tualng-tulangnya melesat karena memfatwakan tidak sahnya baiat sebuah kepimpinan. Karena kealiman dan keteguhan itulah, Khalifah Harun al-Rasyid berkata "Jangan berfatwa selagi Imam Malik masih ada!"
Buku ini menjelaskan kepada kita rekam jejak kehidupan Imam Malik. Selain mengungkap nasab, lingkungan hidup dan guru maupun muridnya, buku ini juga meluruskan beberapa hal yang (terkadang) masih menyimpan kebingungan bagi umat seputar sosok beliau.
Seperti anggapan bahwa beliau lebih mengutamakan ra'yu (pendapat, rasio) daripada hadits. Juga tentang sematan kepada beliau sebagai ulama yang dekat dengan penguasa. Atau pendapatnya bahwa setelah Abu Bakar dan Umar bin Khattab, sahabat yang paling mulia adalah Utsman bin Affan, baru Ali bin Abi Thalib.
Semuanya dijelaskan dengan baik oleh penulis, sehingga dapat menyibak kabut syubhat, dan menyisakan kecemerlangan khasanah ilmiah dunia Islam. Bahwa ulama-uama hanif seperti Malik-lah yang membuat ajaran Islam tetap terpelihara dari penyimpangan meski telah berabad-abad sejak ditinggal oleh RasuluLlah Muhammad SAW.
Biografi Imam Syafii
Kehidupan, Sikap, dan Pendapat
Harga: Rp. 49.000,-
Harga Disc 41.000,-

Lahir di tahun 150H, tahun kematian Imam Abu Hanifah, imam mazhab fikih tertua. Yakin bahwa anaknya akan menjadi orang penting, sepeninggal ayahnyam ibunda Imam Syafii membawanya pulang dari Gaza ke Mekkah, kampung leluhurnya. Ayahnya, Syafi'i pernah bertemu RasuluLlah saat masih kecil. Sedangkan Kakeknya, Sa'ib adalah pembawa bendera Bani Hasyim pada perang Badar. Ia tertawan kaum Muslimin, lalu menebus dirinya dan masuk Islam.
Buku ini mencatat kejujuran Imam Syafi'i sejak kecil, yang membuat sekawanan perampok bertobat. Kecerdasannya membaca dan menghafal Al-Muwattha' membuat kagum Imam Malik. Akhlak luhurnya diakui semua orang. Tak pernah marah dalam berdebat, apalagi menjatuhkan pribadi lawannya. Sebagian ulama bila merasa hatinya kering, datang kepada beliau untuk dibacakan Al-Qur'an; kemudian terdengar suara tangisan.
Sinar ilmunya membuat ia dicintai Khalifah Harun al-Rasyid, sehingga beberapa ulama di Irak merasa iri. Mereka pun mengajukan beberapa pertanyaan fikih yang aneh-aneh untuk mengujinya. Pertanyaan demi pertanyaan dijawab tangkas oleh Imam Syafii. Anda dapat menyimak kecerdasan Imam Syafii berikut ijtihad-ijtihad fikihnya dalam buku ini.
Meski demikian, ia sangat tawadhu. Ia selalu menganggap ada kesalahan dalam setiap ijtihadnya. Sebaliknya, dengan alasan kebenaran ia tak ragu mengkritisi sang guru, Imam Malik. Bila dalam fikih dikenal Ahlul Hadits dan Ahlu Ra'yu, pada diri Imam Syafii terkumpul keduanya.

Biografi Imam Abu Hanifah
Kehidupan, Sikap, dan Pendapat
Harga: Rp. 42.000,-
Harga Disc 35.000


Lahir dari pasangan shaleh, sejak muda Abu Hanifah sudah berniat menghabiskan seluruh hidupnya untuk menuntut ilmu. Pilihannya kepada ilmu fikih dibanding nahwu, qiraah, ilmu hadits dan ilmu kalam kemudian menjadikannya sebagai ulama besar di Irak. Sbuah negeri yang tak pernah sepi dari prahara politik dan kemunculan aliran-aliran nyleneh.
Dinamika politik dan pemikiran yang tinggi, ditambah jarak yang cukup jauh dari Madinah, membuat karya fikih Abu Hanifah memiliki kekhasan tersendiri. Banyak orang mengenalnya sebagai ulama ahli ra'yi (pendapat berdasarkan rasio). Jangan buru-buru menyamakannya dengan penyembah logika atau aliran liberal lainnya.
Buku ini menjelaskan kriteria dan sebab musabab munculnya ahli ra'yi sebuah metode istinbath (konklusi) hukum yang tetap didasarkan kepada wahyu ilahi dan sunnah Nabi saw. Anda juga akan diajak berkenalan dengan fikih antisipatif-sebuah kaidah fikih untuk menyambut masalah-masalah baru di masa mendatang, yang dikembangkan Ibnu Hanifah.
Selain itu, buku ini memuat karya-karya fikih Abu Hanifah yang diferentiatif, berbeda dengan kebanyakan ahli fikih dan imam madzhab lainnya. Bagian-bagian kocak sekaligus bukti kedalaman ilmu beliau dalam kronik kehidupan beliau saat berfatwa. Tentu saja tak luput sikap politik beliau berkenaan gonjang ganjing politik Kufah saat itu.

Kamis, 31 Desember 2015

Taman jatuh Cinta dan yang Dirundung Asmara



  • Judul Asli:Raudhatul Muhibbin wa Nuzhratul Musytaqin
  • Penulis:Imam Ibnull Qoyyim Al Jauziyah - rahimahullah-
  • Dimensi Buku:buku ukuran sedng
  • Tipe Cover:Hardcover
  • Jumlah Halaman:674 hlm
  • Bahasa:Indonesia
  • ISBN:6029-60695-6
  • Penerbit:Buana Ilmu islami
  • Harga:Rp 145.000 diskon 20% = 116.000
Kata orang cinta itu buta.Hatinya buta untuk melihat selain yang dicinta. Cinta itu tuli sehingga telinga tidak peduli dengan celaan yang ditujukan kepada kekasih jiwa.
Cinta adalah kecenderungan jiwa secara total kepada sang kekasih, kemudian mendahulukan kekasih ketimbang jiwa, ruh; dan harta.
     Ada yang mengartikan bahwa cinta itu adalah rasa tenang yang tidak pernah gundah dan rasa gundah yang tidak pernah tenang.
Hati akan terus gundah dan tidak akan merasa tenang kecuali ketika bersama kekasihnya. Hatinya gelisah dan merana karena rindu kepadanya. Ia baru bisa tenang saat telah berada di sisinya.
     Cinta laksana gerakan hati secara terus-menerus untuk mendapatkan sang kekasih dan rasa tenang manakala telah berada di sisinya. Dengan cinta ia merasa bahwa kekasih itu lebih dekat kepada dirinya dibandingkan nyawa dan ruhnya sendiri. 
    Memang sulit menjelaskan apa itu cinta.Yang pasti cinta itu lebih dari sekedar kata-kata.Sebab, cinta itu berkaitan dengan rasa.
Bagaimana seluk beluk cinta?
Anda akan mendapati penjelasan cinta secara lengkap pemaknaan cinta dari seorang ulama sunnah Al Imam Ibnul Qayyim - rahimahullah- , Anda akan mendapati pembahasan lengkap tentang cinta secara utuh.
Makna kata “ cinta”  yang sering kita dengar seperti : Al Mahabbah ( cinta) , Al Hawa (hasrat/hawa nafsu), Al isyq ( cinta buta, mabuk asmara). Namun oleh  dalam buku ini Imam Ibnul Qoyyim - rahimahullah- menjelaskan makna kata cinta dalam bahasa arab  lebih dari 50 sinonim kata, yang masing-masing kata mengandung  pengertian cinta namun dengan pengertian makna cinta yang berbeda yaitu: ' Al-Mahabbah, al Alaqaah, al-Hawa, as-Shabwah, As-shobabah, asy-Syaghaf, al-miqah, al-wajdu, al-kalafu, as-wajdu, at-tatayyum, al-'isyqu, al-jawa, ad-danaf, as-syajwu, as-syauqu, al-khalabatu, al-balaabil, at-ta-baarih, as-sadam, al-ghamarat, al-wahal, as-syajan, al- la'ij, al-ikti'ab, al-washab, al-huznu, al-kamad, al-la- dzu', al-huraqu, as-suhdu, al-araqu, al-lahfu, al-hanin, al-istikanah, at-tabalah, al-lau'ah, al-futuun, al-junun, al-lamam, al-khabal, ar-rasisi, ad-daa'ul mukhaamir, al-wuddu, al-khullatu, al-khilmu, al-gharam, al-hu- yam, at-tadliyatu, al-ivalahu, at-ta'abbud, “
       Dan Allah - Azza Wa Jalla- menjadikan hati manusia sebagai tempat menyimpan, diantaranya menyimpan cinta .
Maka, hati yang baik adalah hati yang menyimpan kebaikan dan petunjuk dari Allah - Subhanahu Wa Ta'ala – dan Rosul Nya. Sedangkan hati yang paling jelek adalah yang paling menyimpan penyimpangan dan kerusakan.  Penyimpangan, kesesatan, kerusakan hati yang muncul biasanya diawali dengan cinta.
     Allah - Subhanahu Wa Ta'ala -  juga memberikan kekuasaan hawa nafsu pada hati manusia. Allah - Subhanahu Wa Ta'ala -  menguji hati itu untuk menentang/mengekang hawa nafsu,  dengan menentang nafsu itu hati akan mendapatkan surga sebagai tempat kembalinya. Sebaliknya orang yang tidak berhak mendapatkan surga maka ia akan dilemparkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala karena ia memperturuti hawa nafsu.
 Allah - Subhanahu Wa Ta'ala -  menjadikan hawa nafsu sebagai tunggangan jiwa yang senantiasa menyuruh kepada keburukan, sebagai makanan pokoknya dan juga sebagai penyakit bagi jiwa yang tenang -dan obatnya adalah dengan menyelisihi hawa nafsu itu sendiri-.
Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - menjadikan hawa nafsu sebagai lawan dan penentang ajaran yang diturunkan kepada rasul-Nya. Allah  juga menjadikan sikap memperturuti hawa nafsu sebagai kebalikan dari mengikuti para rasul. Lalu Allah membagi manusia menjadi dua golongan; pengikut wahyu dan pengikut hawa nafsu. Demikian ini disebutkan Allah  dalam banyak tempat dalam al-Qur'an al-Karim. Di antaranya adalah firman Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - 
"Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka)." (al-Qashash: 50)
Dalam ayat lain Allah berfirman,
"Sesungguhnya jika kamu mengikuti nafsu dan kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu." (al-Baqarah: 120)
Allah - Subhanahu Wa Ta'ala -  menyerupakan orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan hewan yang paling buruk, baik rupa maupun jiwanya. Dalam satu kesempatan Allah  menyerupakan mereka dengan anjing,
"Dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing." (al-A'raf: 176)
Pada kesempatan lain Allah menyamakan mereka dengan keledai, seperti pada firman-Nya,
"Seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut yang lari dari singa." (al-Muddatstsir: 50-51)
    Orang yang memperturuti hawa nafsunya adalah orang yang tidak layak untuk diikuti dan ditaati, tidak pantas untuk dijadikan imam, pemimpin dan teladan. Sebab, Allah - Subhanahu Wa Ta'ala -  telah mencopotnya dari kepimpinan dan melarang dari mentaatinya. Dalam hal ini Allah - Subhanahu Wa Ta'ala -  berfirman,
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia." Ibrahim menjawab, "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku." Allah berfirman, "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang dhalim' (al-Baqarah: 124)Maksudnya, kepimpinan tidak akan diberikan oleh kepada orang dhalim. Setiap orang yang mengikuti hawa nafsunya maka ia adalah dhalim. Sebagaimana firman Allah,
"Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan." (ar-Rum: 29)
Allah - Subhanahu Wa Ta'ala -  juga melarang hamba-Nya untuk mentaati orang yang memperturuti hawa nafsu. Firman Allah,
"Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas." (al-Kahfi: 28)
 Allah - Subhanahu Wa Ta'ala -  menjadikan orang yang memperturuti hawa nafsunya sebagai orang yang menyembah berhala. Allah - Subhanahu Wa Ta'ala -  berfirman
"Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai sesembahannya." (al-Furqan: 43)
Nafsu adalah dinding pagar yang mengitari Jahannam. Barangsiapa yang terseret ke dalam nafsu, berarti ia terseret ke dalam neraka, sebagaimana yang disebutkan dalam ash-Shahihain, dari Nabi, beliau bersabda,
"Surga itu dikelilingi dengan hal-hal yang tidak disukai dan neraka dikelilingi dengan berbagai syahwat." [HR. al-Bukhari (6487) dan Muslim (2823) dari Abu Hurairah ]
Rosulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam – bersabda,
"Tidak sempurna keimanan salah seorang di antara kalian sampai hawa nafsunya mengikuti ajaran yang kubawa."
Dalam hadits shahih lainnya beliau bersabda,
"Ketakutan yang paling aku takutkan atas kalian adalah godaan dalam perut dan kemaluan, serta kesesatan hawa nafsu."
    Mengikuti hawa nafsu termasuk hal-hal yang membinasakan. Rasulullah , bersabda,
"Ada tiga hal yang membinasakan dan tiga hal yang menyelamatkan. Tiga hal yang membinasakan itu adalah kikir yang diikuti, hawa nafsu yang diperturuti dan ujub seorang terhadap dirinya sendiri. Sedangkan tiga hal yang menyelamatkan adalah takwa kepada Allah di saat sepi maupun di depan khalayak, sikap adil ketika ridha maupun marah, dan sikap hemat tatkala miskin maupun kaya."
Inilah buku yang membahas cinta dalam perspektif Islam, sebagai nasehat kepada muslimin , bagimana sebaiknya seorang muslim menempatkan cinta-nya, spy tidak terjerumus dalam penghambaan kepada cinta dan hawa nafsu yang bisa menyeretnya ke jurang kerusakan dunia dan akherat.

PROFIL KELUARGA 30 SAHABAT NABI YANG DIJAMIN MASUK SURGA



PROFIL KELUARGA 30 SAHABAT NABI YANG DIJAMIN MASUK SURGA
 Penulis Dr. Jasim Muhammad Badr
 Penerbit Kiswah Media
 ISBN 978-602-9176-44-5
 Ukuran 23 X 16 cm
 Halaman 448 halaman

Buku ini sangat istimewa karena membahas kehidupan rumah tangga dari 30 sahabat Nabi yang dijamin masuk surga berdasarkan dalil-dalil yang shahih. Dalam Buku ini, setiap pribadi sahabat Nabi dibahas tentang sirah pribadinya, istri, dan anak-anaknya, momentum keluarga dan sisi tarbiyahnya, lalu dianalisa serta diambil pelajaran darinya.

Harga 95.000
Harga Diskon Rp 80.000

Al Jawabul Kafi

Suatu hari dihadapkanlah kepada Ibnu Abbas seorang pemuda kurus kering hingga tampak  seperti tulang berbalut kulit, beliau pun bertanya,”Ada apa gerangan dengan pemuda ini? Orang orang menjawab ,” Ia sedang dilanda mabuk cinta,” Lantas Ibnu Abbas segera memohon perlindungan pada Allah dari “Mabuk Cinta” sepanjang umurnya.
Ishaq bin Ibrahim berkata :
“Ruh orang orang yang mencintai itu wangi nan lembut. Badan mereka tipis dan ringan . Hiburan mereka adalah persahabatan . Kata kata mereka menghidupkan hati dan menambah kecerdasan akal . Kalau saja bukan  karena cinta , tentu kenikmatan dunia ini tidak ada lagi.”
Cinta, sesuatu yang bermula dari hati, apabila ia dikelola dengan cara yang benar , tentunya akan mengantarkan pemiliknya menuju kebahagiaan . Namun bila yang terjadi adalah sebaliknya, tentu ia akan menyeret pemiliknya menuju kehancuran.
Al Jawabul Kafi : Solusi  menhatasi masalah hati, sebuah kitab fenomenal karya Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah, seorang ulama, pakar masalah hati, ahli tafsir, ahli hadits, dan sederet  ilmu syar’I lainnya yang tidak dapat diragukan lagi kedalaman dan keluasan ilmunya. Seperti judulnya, buku ini akan memandu pembaca mengelola  hati dengan lebih baik. Dilengkapi contoh contoh berbagai permasalahan  hati dan tentunya tak lupa solusi untuk mengobatinya.
Ingin membaca lebih lanjut…silahkan memesan dan memiliki buku tersebut…
Judul buku : Al Jawabul Kafi
Penulis  : Imam Ibnu Qayyim al Jauziyah
Penerbit : Al Qowam
Harga  : Rp. 110.000 
Harga Diskon Rp 88.000

Pesona 66 Sahabat

Jumlah Halaman : xvi+636 halaman
Ukuran : 16 x 24,5 cm
ISBN : 978-602-8417-29-7
Penulis : Dr. Muhammad Bakr Ismail
Harga : Rp 134,000
Harga Diskon Rp 107.000

Sinopsis :
Kisah hidup sahabat Nabi penuh dengan pelajaran berharga dan nasihat bernilai tinggi, tak habis orang memetik dan menggapainya. Bertutur tentang kisah hidup mereka apa adanya akan mampu membangkitkan semangat orang beramal shalih dan berjihad di jalan Allah sekuat tenaga. Apalagi bila tuturan kisah mereka itu di iringi dengan analisis kesejarahan, petikan pelajaran, dan motivasi peneladanan, niscaya dampak dan pengaruh baiknya akan lebih dahsyat bagi para pembacanya.
Inilah yang akan Anda dapati dalam buku ini. Ia tidak hanya memaparkan kisah sahabat Nabi yang penuh keteladanan tertinggi, tetapi juga menganilisnya,menunjukkan pelajaran yang bisa di petik darinya,lantas menghasung pembaca untuk meneladani sekaligus menerangkan cara meneladaninya.
Keenam puluh enam sahabat Nabi yang di tulis sejarah emasnya pada buku ini, semuanya adalah pejuang jihad yang ikhlas, pengamal al-Qur’an yang taat, dan pelaksana Al-Hadits secara tepat dan cepat. Mereka adalah singa pada siang hari,berjihad dahsyat di atas punggung kuda, mengibaskan pedang, menembakkan panah, menusukkan tombak, ke arah musuh Islam,tetapi ketika malam tiba mereka berubah menjadi ahli ibadah yang cengeng, diatas sajadah, mengibaskan serban yang basah oleh cucuran air mata, merengek kepada Allah untuk menggapai surga dan diselamatkan dari neraka.
Buku ini memang luar biasa, menggetarkan hati dan menyentuh sanubari, menjadikan pembaca bagaikan mengalami masa Nabi dan sahabat beliau, sebagai sebaik-baik masa dan sebaik-baik generasi. Bacalah dan rasakanlah kedahsyatan kata-katanya, kisahnya, dan petiklah pelajaran sebanyak-banyaknya.
"TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR KE BLOG INI SILAHKAN DILIHAT DULU KATALOG DAN RESENSI BUKUNYA SEMOGA BERKENAN JAZAKUMULLAH KHOIRON KATSIRAN"