Rabu, 23 Mei 2012

Prahara Cinta

Penulis : Abu Umar Basyir
Penerbit Shofa Publika
Harga Rp 43000
Harga Diskon  Rp 35.000
“…boleh jadi kami tidak mencintai sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal itu buruk bagimu…” (QS. Al-Baqarah : 216)
“Dunia ini tempat persinggahan, bukan tempat tinggal abadi. Manusia di dalamnya ada 2 golongan; pertama, orang yang menjual dirinya (kepada hawa nafsu) dan menjadi hancur karenanya, dan kedua, manusia yang membeli dirinya dan mampu membebaskannya.” – Ali bin Abu Thalib -
“Kamu memang lebih cocok menjadi suami perempuan bodoh itu…” kata Namirah kepada suaminya dengan nada sinis.
“Apa kamu bilang ? Perempuan bodoh ?” tanya Hamidi terkejut.
“Ya. Kenapa kamu marah, Mas ? Dia bukan apa-apamu lagi…”
“Tidak. Dia dan aku memang bodoh. Kamulah yang pintar Namirah…”
“Akhirnya kamu ngaku juga ya ? Yang mau menjadi suaminya pasti laki-laki bodoh sepertinya…” ejek Namirah membakar hati Hamidi.
“Jaga bicaramu, Namirah !” bentak Hamidi. Dadanya seolah ingin meledak.
Inilah pertengkaran hebat Hamidi dan Namirah istrinya. Hamidi tidak pernah menduga perempuan yang dicintainya sejak SMP itu ternyata tidak menghargainya sama sekali sebagai seorang suami. Bahkan dengan lantang dia berani menghinanya. Padahal demi bisa menikahi perempuan yang dia anggap sebagai cinta sejatinya itu, dia menceraikan Zakiah, istri pertamanya yang begitu setia dan benar-benar mencintainya.
Bagaimana nasibu biduk rumah tangga Hamidi dan Namirah ? Bagaimana Hamidi mengatasi kemelut rumah tangganya ? Dan seperti apa kehidupan Zakiah setelah dicerai oleh Hamidi ? Ustadz Abu Umar Basyier mengurai kisah nyata dalam buku Prahara Cinta, Sebuah Kisah Asmara yang Menguji Iman. Selamat membaca !

Mutiara Hikmah Sejarah Rasullulah

Penulis : Abu Umar Basyir
Penerbit Shofa Publika
Harga Rp 40000
Harga Diskon  Rp 32000
Tidak diragukan, setiap jejak kehidupan Rasulullah SAW demikian bernilai dan berharga. Karena tidak mungkin manusia yang kehadirannya di dunia sebagai rahmat bagi seluruh alam jika perjalanan hidupnya tidak dipenuhi dengan pelajaran. Tidak masuk akal,  manusia yang sosoknya menjadi teladan bagi seluruh umat manusia jika gerak-geriknya tidak dipenuhi hikmah. Dan mustahil, manusia yang diberi pangkat sebagai penghulu anak cucu Adam jika setiap tingkah lakunya tidak menjadi cermin kemuliaan.
Selaksa kata dan kalimat rasanya masih belum mampu melukiskan ketinggian beliau. Tinta  para cerdik cendikia sepanjang sejarah juga masih terus berusaha mengurai keagungan-keagungan yang diciptakan Allah pada diri beliau. Ribuan jilid kitab sirah dan hadis yang mereka tulis untuk berusaha merekam jejak kata, tingkah laku, dan sikap diam beliau masih terus ditullis. Bersamaan dengan itu, hikmah dan pesan kehidupan beliau menjadi kekayaan hikmah belum habis digali.
Laksana simpanan mutiara di dasar laut yang tidak habis dieksplorasi manusia, demikianlah mutiara kehidupan Rasulullah SAW yang entah sampai saat kapan umatnya mampu menggali mutiara hikmahnya. Mutiara Hikmah Kehidupan Rasulullah” yang ditulis oleh Ustadz Abu Umar Basyier adalah cermin usaha sederhana dari hati salah satu umat yang mencintai beliau, insya Allah. Karena hati yang dipenuhi cinta kepada beliau pasti haus akan apapun yang terkait dengan beliau untuk digali  mutiara-mutiara hikmahnya. Selama membaca!

Mati Tersenyum esok Pagi

Penulis : Abu Umar Basyir
Penerbit Shofa Publika
Harga Rp 30000
Harga Diskon Rp 24.000

Betapa seringnya kita terlalu berlebihan memikirkan tentang kehidupan di dunia, hingga tak terasa kita lupa memikirkan kematian yang merupakan gerbang menuju kehidupan sesungguhnya, kehidupan yang kekal nanti (akhirat). Kita selalu tersibukkan dengan pikiran-pikiran bagaimana bisa memuaskan kehidupan dunia. Meraih prestasi, menjadi terkenal, mencari kekayaan harta benda, memikirkan pasangan hidup, hingga terkadang kita menjadi terlupa bahwa ada hal yang seharusnya lebih kita pikirkan, tentang kematian yang tak pernah kita tahu kapan kan datang pada kita.
Kematian memang menjadi sebuah rahasia Ilahi yang telah tercatat dalam Lauhul Mahfudz jauh sebelum kita dilahirkan ke dunia. Seringkali kita menyadari bahwa kematian pasti akan datang, namun sayangnya kesadaran tersebut tidak kita coba pahami secara mendalam. Kita terlupa bahwa bagaimana cara kita mati dan ada apa nanti setelah kematian kita adalah hal-hal yang seharusnya kita renungkan sehingga kita menjadi lebih giat untuk mencari bekal. Sebagaimana kalimat yang sangat populer terdengar di telinga kita, "hidup sekali gunakan sebaik mungkin".
Sebuah buku yang sangat bagus dengan metode pembahasan yang cukup menarik berjudul Mati Tersenyum Esok Pagi yang ditulis oleh Ustadz Abu Umar Basyier. Dalam risalah ini penulis menyajikan pembahasan mengenai bagaimana seharusnya kita bisa memaknai sebuah kematian. Disertai kisah-kisah nyata, penulis membagi pembahasan dalam risalah ini ke dalam beberapa bab, yaitu:
- Takut Mati, Salahkah?
- Benarkah Anda Tak Takut Mati?
- Mari, Merenungi Kematian
- Tidur Adalah Bayangan Kematian
- Membayangkan Kematian
- Isyarat-isyarat Kematian
- Jihad dan Kematian
- Bagaimana, Bila Anda Harus Mati?
- Alhaakumut takaatsur, Banyaknya Harta Itu Membuat Anda Lupa Diri
- Menunggu Giliran
- Berdialog Dengan Kematian
- Berbaiat Untuk Mati
- Ketika Kematian Sudah Menyapa
- Kesadaran Yang Sia-sia
- Hari Penyesalan
- Sadarkah Kita, Apa Itu Sakratul Maut?
- Mati Tersenyum Esok Pagi

"Kematian bisa datang kapan saja, tanpa seseorang menyadarinya sedikit pun. Bisa hari ini, mungkin juga esok hari. Bila nyawa ini harus tercabut esok hari, dapatkah kita melepasnya dengan senyum?" (Ustadz Abu Umar Basyier)

Bila Sampai Waktu ku

Penulis : Abu Umar Basyir
Penerbit Shofa Publika
Harga Rp 43000
Harga Diskon  Rp 35.000
Aku hanya merindukan Baitullah, bukan yang lain. Aku bahagia karena takdir menjemputku ke sana. Air mata yang mengalir deras ini sungguh tak ternilai harganya. Air mata yang sanggup menghapus sisa-sisa kepedihan masa lalu. Air mata yang membangkitkan gairahku untuk lebih mendalami Islam, lebih mendekatkan diri pada Ilahi, lebih banyak berbuat baik kepada sesama, lebih gemar belajar dan mengajarkan ilmu-ilmu Allah!” ungkap Heri di depan Ka’bah dengan suara lirih di sela linang air yang sulit dia bendung dari matanya.
Momen itu seolah telah menyampaikannya ke mata air yang melimpahinya kesejukan ke dalam jiwanya yang selama ini telah melanglang buana di perjalanan hidup yang dipenuhi lika-liku. Ditumpahkannya perasaan di hadapan Rabbnya di RumahNya yang Suci. Perjalanan yang kemudian mengantarnya kepada pemahaman hakikat hidupnya sebagai hamba Rabbnya.
Ustadz Abu Umar Basyier merangkai perjalanan Heri dalam tuturan kisah nyata yang sarat pelajaran dan hikmah dalam “Bila Sampai Waktuku”. Anda akan diajak mengembara dalam kisah yang penuh warna. Namun yang lebih penting dari itu, perjalanan hidup adalah cermin bagi semua untuk mengaca tentang kehidupan diri kita sendiri.

Aku Wanita yang di Poligami

Penulis : Abu Umar Basyir
Penerbit Shofa Publika
Harga Rp 30.000
Harga Diskon 25% 22,500
Buku yang berisi belasan kisah nyata dari orang-orang yang dikenal oleh penulis buku ini menyadarkan kita bahwa poligami memiliki kisah-kisah unik. Kisah-kisah ini sebagian dituturkan oleh si suami, sebagian oleh istri pertama, ada pula kisah dari istri kedua.

Poligami akan menjadi indah dalam kehidupan berkeluarga bila dilakukan secara bertanggung jawab, proporsional, mengindahkan ajaran islam. Namun bila dilakukan serampangan, nyaris tak mengindahkan aturan syariat, mengabaikan prinsip maslahat, maka segala kericuhan dan prahara bisa menanti di depan sana.

Mari, luangkan waktu sejenak mengikuti kisah demi kisah. Insyaallah kita akan semakin secara sadar, bahwa dengan atau tanpa poligami, selama rumah tangga itu kita jalani dengan aturan Yang Maha Kuasa pasti ujung dari segalanya adalah kebahagiaan jiwa.

Aku Bukan Ahli Maksiat

Penulis : Abu Umar Basyir
Penerbit Shofa Publika
Harga Rp 42,000
Harga Diskon 33.500
Banyak orang tidak menyadari, dirinya ahli maksiat. Tidak merasa dengan kemaksiatan yang dilakukannya. Bahkan dia banggakan dan dia jadikan simbol keunggulan dirinya.
Sementara, banyak orang divonis ahli maksiat karena kesalahan dan dosa yang pernah dilakukannya. Masyarakat mengidentikkan dirinya dengan maksiat dan kenistaan, padahal dia sudah bertaubat. Masyarakat telah menghukumnya karena masa lalu yang sebenarnya telah dia tinggalkan. Ini tidak adil. Tapi, demikian kenyataan yang sering terjadi.
Ahli maksiat, julukan yang sangat berkonotasi buruk bagi penyandangnya. Orang yang mendapat gelar itu layak dijauhi, dikucilkan, dan menjadi simbol keburukan. Tidak berhenti di situ, julukan ahli maksiat memvonis pelakunya sebagai orang yang telah mengkapling Neraka.
Bukan hanya dirinya yang ’dihukum’, keluarga atau orang yang dekat dengannya yang tidak bersalah juga terkena imbas vonis itu. Dan kejamnya, vonis itu menjadi noda keluarga secara turun temurun.
Benarkah ahli maksiat itu adalah ahli Neraka? Apakah syariat membenarkan ’penghukuman’ masyarakat kepada pelaku maksiat yang bertaubat? Dan siapakah sebenarnya ahli maksiat itu yang sebenarnya? Buku Aku Bukan Ahli Maksiat akan memberikan jawaban yang tepat sesuai standar syariat. Buku ini juga mencoba menyelamatkan kita dari vonis yang salah alamat dan anggapan yang tidak pada tempatnya bahwa kita adalah pribadi yang bersih.

Selasa, 22 Mei 2012

Serial Trilogi Alam Akhirat


Buku baru Best Seller terbitan Pustaka Darul Ilmi.Bisa beli satuan. Pemesan bisa via hp/sms ke no 02199526378 atau inbox lwat FB
-Misteri kematian harga Rp 45,000
-Prahara Padang Mashar Rp 55,000
-Surga Neraka Rp 50,000
Harga ini belum diskon 25%


Buku ini mengupas secara detail tentang alam akhirat, dimulai dari kematian manusia hingga negeri keabadian yaitu surga atau neraka, yang kemudian kami kemas menjadi tiga buah buku yang berseri, dengan masing-masing judul; buku ke-1 berjudul “MISTERI KEMATIAN” (Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat), buku ke-2 berjudul “PRAHARA PADANG MAHSYAR” (Peristiwa Pengumpulan Manusia di Padang Mahsyar, Huru Hara Kiamat, Hisab, Mizan, Telaga, Sirath dan Syafa’at), dan buku ke-3 kami beri judul “SURGA & NERAKA” (Mengenal Lebih Dekat Keindahan Surga dan Kengerian Neraka). Dengan harapan agar buku ini mudah dibaca dan dipahami serta tidak membosankan bagi para pembaca.

Buku yang hadir di tengah pembaca, merupakan ”Serial Trilogi Alam Akhirat” yang diterjemahkan dari kitab berjudul ”Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahih ad-Daaril Akhirah” karya Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli yang dita’liq oleh tiga ulama besar abad ini yaitu; Syaikh Muhammad bin Nashiruddin al-albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahumullah.
"TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR KE BLOG INI SILAHKAN DILIHAT DULU KATALOG DAN RESENSI BUKUNYA SEMOGA BERKENAN JAZAKUMULLAH KHOIRON KATSIRAN"