Kamis, 31 Mei 2012

Hadits Lemah & Palsu yang Populer di Indonesia

Penulis : Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf,
 Pustaka al Furqon
Harga : Rp  44,000
Harga Disc  Rp 35,000
Hadist yang populer bukan jaminan pasti shahih. Berapa banyak yang mengklaim ucapannya sebagai hadist Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam namun klaimnya hanyalah dusta belaka. Ambil contoh Doa sebelum makan dengan Lafadz :
الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Inilah Hadist yang lemah sebagaimana akan datang keterangannya dalam kitab ini Insya Allah, maka sangat mungkin orang berpikir, bagaimana dikatakan lemah, padahal doa itu sudah diajarkan sejak dahulu kala, di semua jenjang pendidikan mulai dari TK, TPA, MI, SD dan lainnya tanpa ada seorang pun yang mengingkarinya.

 Rasulullah Shalallahu ‘alaihi was salam bersabda :
“Barang siapa yang menyampaikan dariku sebuah hadits yang dia sangka bahwa itu dusta, maka dia termasuk salah satu dari pendusta.” (HR. Muslim)
Imam Abdulloh bin al-Mubarok Radhi allahu ‘anhu berkata :
“Sanad itu bagian dari agama. Seandainya tidak ada sanad, niscaya siapa pun akan berbicara semaunya.” (Muqoddimah Shohih Muslim)
Ketika disebut beberapa hadits sangat mahsyur ternyata lemah, maka sebagian saudara kita sesama muslim kaget & tercengang. “Bagaimana mungkin hadits itu lemah? Padahal begitu mahsyur & sudah diajarkan turun-temurun dari generasi ke generasi”.
Pikiran semacam itu wajar-wajar saja, karena kemahsyuran hadits tsb menjadikan orang menerima tanpa memeriksa terlebih dahulu perkataan ulama ahli hadits tentang keshohihan atau kelemahan hadits tsb. – Abu Yusuf -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR KE BLOG INI SILAHKAN DILIHAT DULU KATALOG DAN RESENSI BUKUNYA SEMOGA BERKENAN JAZAKUMULLAH KHOIRON KATSIRAN"