Senin, 09 Juli 2012

Romantika Kawin Muda



Penulis : Zaenal Abidin Syamsudin
Penerbit Pustaka Abu Hanifah
Harga : Rp 70.000
Harga Disc 25% Rp 52.000

Pernikahan, adalah ladang keberkahan, ketenangan dan kecukupan, serta kebahagiaan hidup. Tidak ada alasan bagi siapapun, baik laki-laki atau perempuan untuk menunda pernikahan, apalagi menolak jodoh yang sudah cocok dari sisi agama dan akhlaknya. Bersegera menikah sungguh sangat bagus, terutama bagi wanita, demi menjaga kehormatan dan kesucian dirinya. Jangan menunda pernikahan hanya karena alasan studi, kerja atau karier. Karena hanya dengan menikah kebahagiaan dan ketenangan hidup akan tercapai, nikmatnya hidup tidak akan diperoleh di kampus atau di tempat kerja atau di puncak karier, tapi di dalam pernikahan. Tidak percaya, silahkan buktikan!!!!!!
         
Sudah menjadi opini umum, bahwa pemicu utama gagalnya rumah tangga adalah kawin muda. Bahkan orang-orang awam memberi komentar miring dan berlebihan seputar gambaran kawin muda. Sehingga stigma yang tercipta menjadi sangat mengerikan, membuat bulu kuduk merinding mendengarnya, serta menyiutkan nyali para pemuda dan pemudi yang hendak menikah. Maka, siapa saja yang menikah di usia muda, apalagi belum mempunyai pekerjaan, akan dihakimi massa, dicibirkan calon mertua, dijadikan bahan gunjingan oleh masyarakat, bahkan media pun ikut-ikutan mengadilinya. Namun setelah dikaji dan diteliti hal-hal yang mereka khawatirkan, ternyata bukan semata-mata karena kawin muda, tapi bersumber dari pengaruh negatif Iingkungan serta problem rumah tangga yang tak terselesaikan. Dan hal ini bisa saja menimpa mereka yang kawin pada usia dewasa.
       
 Menumpuknya problematika Rumah tangga yang tidak terselesaikan dengan tuntas, akan membawa dampak yang buruk bagi berlangsungnya kehidupan rumah tangga. Terkadang masalah demi masalah yang dihadapi bisa diselesaikan dengan baik, karena mereka berusaha untuk menyelesaikan dengan sungguh-sungguh. Adapun problem yang tidak terselesaikan dengan baik bisa jadi karena berbagai faktor. Misal, saat terjadi konflik ada salah satu pihak yang mengalah demi kebaikan rumah tangganya, namun pada kenyataannya, di dalam hatinya tetap meng-ganjal masalah tersebut. Dan penyelesaian masalah yang tidak tuntas semacam ini akan menjadi bom waktu yang tetap aktif. Maka saat ada pemicunya, ia sewaktu-waktu dapat meledak dan meluluh-lantakkan rumah tangga mereka. Ada pula rumah tangga yang dalam menghadapi masalah masing-masmg pasangan tetap mempertahankan egonya. Bila hal ini yang terjadi, maka rumah tangga akan hancur berantakan dalam waktu sekejap. Tidak dielakkan lagi, bom PERCERAIAN pun meledak dengan hebatnya.
      
  Pernikahan adalah langkah awal untuk memberi perlindungan kaum hawa. Karena melalui pernikahan, tujuan hidup mulia untuk membina rumah tangga yang bahagia dan harmonis akan tercapai. Namun sayang, tidak jarang keharmonisan rumah tangga yang dibina harus kandas di tengah jalan. Ini bukan karena kawin muda, tetapi karena kurang siapnya mental dalam menghadapi gejolak rumah tangga, minimnya ilmu agama di tengah keluarga, serta lemahnya kesadaran dari kedua pasangan tentang tujuan hidup, yaitu hanya untuk ibadah kepada Alloh Azza wa Jalla

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR KE BLOG INI SILAHKAN DILIHAT DULU KATALOG DAN RESENSI BUKUNYA SEMOGA BERKENAN JAZAKUMULLAH KHOIRON KATSIRAN"